Pejabat AS: Al Qaeda "di Ambang Kematian" Setelah Perang Dua Dekade

Agregasi VOA, · Rabu 18 November 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311493 pejabat-as-al-qaeda-di-ambang-kematian-setelah-perang-dua-dekade-juUl3jIhm9.jpg Pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahiri. (Foto: VOA)

WASHINGTON DC – Para pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) mempertahankan penilaian bahwa kelompok inti Al Qaeda, meski masih menjadi ancaman, saat ini telah melemah. Mereka mengesampingkan informasi intelijen yang menunjukkan bahwa organisasi teror itu tetap bercokol di Afghanistan dan mungkin tumbuh semakin kuat.

Selama berbulan-bulan, terjadi peningkatan ketegangan antara Amerika dan sekutu-sekutunya mengenai status Al Qaeda. Beberapa pejabat kontraterorisme berpendapat Amerika dalam bahaya karena meremehkan ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teror tersebut.

BACA JUGA: 8 Tahun Kematian Osama bin Landen, Al Qaeda Bangkit Diam-Diam

Tetapi pejabat tinggi kontraterorisme Departemen Luar Negeri pada Selasa (18/11/2020) mengatakan Al Qaeda telah terdegradasi secara signifikan berkat upaya AS.

"Saya kira Al Qaeda tidak diragukan lagi di ambang kematian," kata Duta Besar Nathan Sales, Koordinator Kontraterorisme, kepada Forum Keamanan Global secara virtual dalam wawancara yang direkam sebelumnya.

"Kita sudah menghancurkan para kader kepemimpinan senior mereka selama 20 tahun terakhir, hanya menyisakan sisa-sisa kepemimpinan inti Al Qaeda sebelumnya," katanya ssebagaimana dilansir VOA.

Komentar Sales itu dilontarkan hanya sehari setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’Brien juga meremehkan kemampuan inti al-Qaida untuk melakukan penyerangan.

"Al-Qaida tidak mampu mengarahkan serangan kompleks berskala besar terhadap AS karena tekanan yang kita lakukan terhadap mereka," katanya.

BACA JUGA: Pimpinan Al Qaeda di Yaman Tewas dalam Serangan Militer AS

Seberapa besar pukulan yang diderita kepemimpinan Al Qaeda akhir-akhir ini, tetap menjadi pertanyaan.

Baik Sales maupun O'Brien tidak membahas kabar baru-baru ini bahwa pemimpin lama Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, mungkin akhirnya meninggal karena sakit. Mereka juga tidak mengomentari dugaan pembunuhan penerus Zawahiri, Abu Muhammad al-Masri, dalam operasi Israel Agustus lalu di Teheran, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

Tapi Sales mengatakan siapa pun yang mungkin memimpin, pengaruh mereka telah berkurang.

“Ada kecenderungan pertanyaan mengenai pentingnya siapa yang memimpin inti Al Qaeda saat ini semakin berkurang daripada satu dekade lalu, bahkan dua dekade lalu,” katanya dalam forum virtual itu.

"Apa yang kami saksikan adalah semacam devolusi otoritas dari inti Al Qaeda ke cabang dan afiliasinya," kata Sales. "Cabang-cabang itu, menurut saya, memiliki otonomi organisasi yang semakin meningkat untuk mengembangkan rencana serangan guna menetapkan tujuan strategis."

Namun para pejabat kontraterorisme internasional dan pejabat keamanan Afghanistan sendiri berpendapat bahwa intelijen mereka menunjukkan inti Al Qaeda masih tetap ada dan telah tumbuh lebih kuat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini