Iran Peringatkan Pembalasan Dahsyat Jika AS Serang Fasilitas Nuklirnya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 November 2020 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311521 iran-peringatkan-pembalasan-dahsyat-jika-as-serang-fasilitas-nuklirnya-Y269qqhHox.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN - Teheran telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat (AS) akan ditanggapi dengan respons "menghancurkan". Peringatan itu disampaikan menyusul laporan bahwa Presiden Trump telah mempertimbangkan opsi untuk menyerang situs nuklir Iran.

Dalam siaran pada Selasa (17/11/2020), Juru Bicara Pemerintah Ali Rabiei berjanji Iran akan menghukum setiap agresi AS yang tidak beralasan menyusul laporan adanya rencana serangan oleh Pemerintaha Trump.

BACA JUGA: Tinggal 2 Bulan Berkuasa, Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran

“Tindakan apa pun terhadap bangsa Iran pasti akan menghadapi tanggapan yang menghancurkan,” kata Rabiel sebagaimana dilansir RT.

Ucapan tersebut merupakan reaksi atas pemberitaan di New York Times (NYT) pada Senin (16/11/2020). Surat kabar itu mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump telah bertanya kepada penasihat seniornya pada pertemuan Kamis (12/11/2020) lalu apakah ada ruang untuk menghancurkan situs nuklir Iran.

Para penasihatnya, termasuk Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, tampaknya memperingatkan Trump bahwa langkah tersebut dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas.

Menurut laporan itu, Trump frustrasi karena sanksi dan retorikanya yang keras belum cukup untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan dan menghentikan program nuklirnya secara permanen.

Presiden dibujuk untuk tidak melanjutkan serangan militer di situs nuklir Iran tetapi mungkin masih mempertimbangkan opsi terhadap aset dan sekutu Iran lainnya, termasuk milisi di Irak.

BACA JUGA: 34 Tentara AS Alami Cedera Otak Akibat Serangan Rudal Iran

Laporan tersebut mengklaim bahwa serangan itu, jika disetujui, akan menargetkan Natanz, fasilitas pengayaan uranium utama Iran. Tidak jelas apakah pertimbangan itu diberikan untuk rudal atau serangan dunia maya.

Rabu (11/11/2020) lalu, Badan Energi Atom Internasional mengatakan bahwa cadangan uranium Iran di Natanz 12 kali lebih besar dari batas yang ditetapkan oleh perjanjian nuklir sebelumnya, yang ditinggalkan Trump pada 2018.

Gedung Putih belum mengomentari berita New York Times.

Pemerintahan Trump telah mengejar "kampanye tekanan maksimum" terhadap negara Iran dalam bentuk sanksi ekonomi yang melumpuhkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini