Hong Kong, Paris, Zurich Jadi Kota Termahal di Dunia

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 18 November 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311557 hong-kong-paris-zurich-jadi-kota-termahal-di-dunia-GeidVSnFNk.jpg Foto: Shutterstock

LONDON - Hong Kong, Paris dan Zurich sah menjadi kota termahal di dunia. Pemeringkatan ini dilakukan The Economist Intelligence Unit (EIU) terkait bagian dari Survei Biaya Hidup Seluruh Dunia 2020.

Hasil penelitian ini didasarkan pada harga 138 produk dan layanan untuk menyusun peringkat kota metropolitan yang paling mahal dan paling murah. Termasuk makanan, minuman, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga di sekitar 130 kota di seluruh dunia.

Baca juga: Unik, di Negara Ini Kunyit Bisa Ditukar Dengan Emas

EIU mengatakan Paris dan Zurich sama-sama naik peringkat ke posisi teratas dari peringkat kelima karena kenaikan Euro dan Franc Swiss terhadap dolar AS, serta “penurunan komparatif dalam biaya hidup di keduanya”. Selama tahun ini, survei telah dilakukan untuk kedua kalinya untuk memperhitungkan dampak Covid-19 pada harga dan pendapatan global.

Di urutan ketujuh ada kota Jenewa di Swiss, turun satu tingkat, dan berdampingan dengan New York. Di peringkat sembilan ada Kopenhagen dan Los Angeles - kota lain di AS yang turun satu tempat dalam peringkat. Di tempat lain, London naik tiga peringkat ke posisi 20, sementara Manchester naik ke peringkat 46 dari 51 pada awal tahun.

Dari Australia, Sydney yang tertinggi (ke-15), dengan entri negara lainnya adalah Melbourne (ke-18), Brisbane (ke-38) dan Adelaide (ke-46).

Penggerak terbesar dalam peringkat ini adalah Teheran, yang melonjak 27 peringkat di tengah sanksi AS, yang mengganggu pasokan barang.

Sebelumnya, kota-kota di Asia banyak yang bertengger di urutan teratas. Kedua kota itu adalah Singapura dan Osaka, yang masing-masing turun ke urutan keempat dan kelima, dengan Osaka terikat dengan kota Israel Tel Aviv.

Baca juga : Kasus Infeksi Virus Corona Global Tembus 50 Juta

Menurut EIU, harga di Singapura turun karena pandemi menyebabkan eksodus pekerja asing. “Dengan populasi keseluruhan negara kota itu menyusut untuk pertama kalinya sejak 2003, permintaan telah menurun, dan deflasi telah terjadi. Osaka telah melihat tren serupa, dengan harga konsumen stagnan dan pemerintah Jepang mensubsidi biaya seperti transportasi umum,” tulis penelitian itu.

Sementara itu, Damaskus, ibu kota Suriah yang dilanda perang, dinilai sebagai kota termurah di dunia, dengan harga sedikit lebih tinggi di Tashkent - ibu kota Uzbekistan.

Di bagian bawah daftar ada Lusaka di Zambia dan ibu kota Venezuela, Caracas. Mereka bergabung dengan Damaskus dan Tashkent di antara kota-kota termurah.

EIU mencatat pandemi virus korona telah memengaruhi kebiasaan berbelanja di seluruh dunia, dengan harga barang-barang kebutuhan pokok terbukti lebih tahan daripada yang dianggap tidak penting.

“Namun, ini berarti harga untuk makanan pokok, seperti kopi, keju, nasi dan jus jeruk, tetap datar, bukannya meningkat. Pakaian adalah satu-satunya kategori yang mengalami penurunan rata-rata dalam indeks,” tulis hasil penelitian.

Di sisi lain, elektronik konsumen (dikategorikan dalam rekreasi) mengalami peningkatan terbesar, sejalan dengan keseluruhan kategori. Kenaikan khusus ini dapat dikaitkan dengan kekurangan produksi dan peningkatan permintaan karena orang banyak yang bekerja dari rumah.

Kepala Biaya Hidup Seluruh Dunia di EIU, Upasana Dutt mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan dolar AS melemah sementara mata uang Eropa Barat dan Asia Utara menguat terhadapnya, yang pada gilirannya telah menggeser harga barang dan layanan.

Pandemi juga dianggap telah mengubah perilaku konsumen, karena “lockdown” dan tren seperti bekerja dari rumah telah meningkatkan harga elektronik konsumen dan peralatan makan di rumah telah menggantikan tempat makan restoran untuk keluarga kelas menengah.

“Meskipun banyak yang akan bergantung pada jalannya pandemi, kami memperkirakan banyak dari tren harga di atas akan berlanjut hingga 2021. Dengan ekonomi global yang tidak mungkin kembali ke tingkat sebelum pandemi hingga 2022, pengeluaran akan tetap dibatasi dan harga berada di bawah tekanan ke bawah,” terangnya.

Banyak konsumen yang sadar harga akan memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok, hiburan rumah, dan akses internet yang lebih cepat. Barang-barang mahal, serta pakaian dan rekreasi di luar rumah, diperkiarakan akan terus “merana”.

Kota Termahal di Dunia:

1. Hong Kong

1. Paris

1. Zurich

4. Singapura

5. Osaka

5. Tel Aviv

7. Jenewa

7. New York

9. Copenhagen

9. Los Angeles

Kota Termurah di Dunia:

1. Damascus

2. Tashkent

3. Lusaka

3. Caracas

5. Almaty

6. Karachi

6. Buenos Aires

8. Algiers

9. Bangalore

9. Chennai

(Sumber: The Economist Intelligence Unit)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini