Kepolisian Selandia Baru Izinkan Penggunaan Jilbab pada Seragam Resminya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 November 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311642 kepolisian-selandia-baru-izinkan-penggunaan-jilbab-pada-seragam-resminya-XuMJhpVxv8.jpg Foto: Instagram/New Zealand Police.

WELLINGTON - Polisi Selandia Baru telah memperkenalkan jilbab ke dalam seragam resmi mereka untuk mendorong lebih banyak wanita Muslim bergabung.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan pengenalan jilbab itu bertujuan untuk menciptakan layanan "inklusif" yang mencerminkan "komunitas beragam" di Selandia Baru. Anggota baru Constable Zeena Ali akan menjadi petugas polisi Selandia Baru pertama yang mengenakan jilbab resmi.

BACA JUGA: Sah, Polwan Diizinkan untuk Menggunakan Jilbab

Sebelum Selandia Baru, pasukan kepolisian lain seperti Polisi Metropolitan di London dan Polisi Skotlandia telah mengizinkan jilbab menjadi bagian dari seragam.

Di Inggris, Polisi Metropolitan di London menyetujui jilbab seragam pada 2006, diikuti oleh Polisi Skotlandia pada 2016. Di Australia, Maha Sukkar dari Kepolisian Victoria mengenakan jilbab pada 2004.

Kepolisian Selandia Baru mengatakan bahwa pengembangan jilbab untuk seragamnya dimulai pada akhir 2018 sebagai tanggapan atas permintaan dari staf polisi yang mengunjungi sekolah menengah.

Constable Ali adalah orang pertama yang memintanya sebagai bagian dari seragamnya dan diundang untuk ambil bagian dalam proses pengembangan tersebut.

Perempuan kelahiran Fiji, yang pindah ke Selandia Baru saat kecil itu, mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa dia memutuskan untuk bergabung dengan kepolisian setelah serangan teror di Christchurch.

BACA JUGA: Skotlandia Akhirnya Izinkan Polisi Wanita Pakai Hijab

"Saya menyadari lebih banyak wanita Muslim dibutuhkan di kepolisian, untuk pergi dan mendukung orang," katanya kepada harian nasional sebagaimana dilansir BBC.

"Senang rasanya bisa keluar dan menunjukkan jilbab Kepolisian Selandia Baru sebagai bagian dari seragam saya," tambahnya. "Saya pikir melihat itu, lebih banyak wanita Muslim yang ingin bergabung juga."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini