"Jetman" Prancis Tewas Saat Latihan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 18 November 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311670 jetman-prancis-tewas-saat-latihan-4J9EGDZXYp.jpg Foto: EPA

DUBAI - Seorang “jetman” yang kerap terbang secara ekstrim dilaporkan tewas saat pelatihan di padang pasir Dubai.

Vincent Reffet, 36, dari Annecy, Prancis, bagian dari dari Mission Human Flight, acara penerbangan manusia tanpa bantuan Dubai’s Expo 2020, diketahui meninggal dunia saat pelatihan pagi.

Organisasi itu tidak merinci lebih lanjut bagaimana kronologis kejadian yang menyebabkan Reffet meninggal dunia. Namun otoritas menegaskan pihaknya bekerja sama dengan semua otoritas terkait.

“Kesedihan yang tak terbayangkan kami mengumumkan meninggalnya Pilot Jetman, Vincent (Vince) Reffet, yang meninggal pagi ini, 17 November saat pelatihan di Dubai. Vince adalah atlet berbakat, dan anggota tim kami yang sangat dicintai dan dihormati. Pikiran dan doa kami bersama keluarganya dan semua orang yang mengenal dan bekerja dengannya,” tulis postingan Jetman Dubai di Instagram.

Dikutip Daily Mail, polisi Dubai tidak segera mengakui insiden tersebut. Sedangkan Otoritas Penerbangan Sipil Umum Uni Emirat Arab, yang menyelidiki semua insiden penerbangan di federasi tujuh kerajaan ini, belum memberikan tanggapan.

(Baca juga: Waduh, Pejabat Sri Lanka Makan Ikan Mentah Saat Konferensi Pers)

Reffet diketahui membuat rekor dunia saat terbang dari Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter di Dubai.

Sebelumnya, dia mendapatkan medali emas saat berkompetisi sebagai skydiver yang terbang bebas di tim dan berkompetisi sebagai atlet ekstrim yang disponsori Red Bull.

Kecintaan Reffet terhadap profesi ini diturunkan dari orangtuanya yang juga tercatat sebagai penerjun payung.

“Saya percaya bahwa jika Anda bermimpi besar dan jika Anda menyukai apa yang Anda lakukan, semuanya mungkin,” ujarnya.

(Baca juga: Gadis 3 Tahun Dibunuh dan Dibakar karena Anting-Anting Emas)

Masyarakat umum di Dubai mengenal Reffet sebagai bagian dari Jetman Dubai. Organisasi, yang didirikan oleh petualang Swiss Yves Rossy, melihat para atletnya melesat melintasi langit dengan sayap karbon-Kevlar bermesin empat yang diikat di punggung mereka.

Sayapnya dapat terbang hingga 50 kilometer, memiliki kecepatan maksimum lebih dari 248 meter per jam dan dapat mencapai ketinggian hingga 6.100 meter.

Di bawah merek XDubai, yang dikaitkan dengan putra mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, para jetmen telah terbang melewati Burj Khalifa dan situs lain di sekitar negara kota itu.

Pada 2015, Reffet dan Rossy pernah terbang bersama pesawat jet Airbus A380 Emirates di atas Dubai. “Itu adalah sensasi kebebasan. Sudah, Anda tahu, ketika saya terjun payung, saya merasakan kebebasan seperti ini, saya suka pergi ke mana pun yang saya inginkan tetapi selalu turun,“ ungkap Reffet pada 2015.

“Dengan mesin ini ... aku bisa terbang seperti burung,” tambahnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini