Badai Iota Terjang Amerika Tengah, Tewaskan Setidaknya 9 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 November 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311688 badai-iota-terjang-amerika-tengah-tewaskan-setidaknya-9-orang-kreFUxzHha.jpg Beberapa orang berkumpul di dekat rumah yang hancur akibat terjangan Badai Iota di Provinsi Puerto Cabezas, Nikaragua, 17 November 2020. (Foto: Reuters)

PUERTO CABEZAS – Badai Iota melanda Amerika Tengah pada Selasa (17/11/2020) membawa angin kencang dan hujan deras, menyebabkan sungai meluap serta banjir. Setidaknya sembilan orang tewas akibat amukan Badai Iota di kawasan tersebut.

Salah satu badai terkuat tahun ini, Iota menghantam pantai Nikaragua pada Senin (16/11/2020) malam membawa angin berkecepatan hampir 249 km per jam dan menyebabkan banjir di desa-desa banjir yang masih belum pulih dari dampak Badai Eta dua minggu lalu.

BACA JUGA: Badai "Bom" Iota Terjang Nikaragua, Bawa Angin 260 Km/Jam

Pada Selasa (17/11/2020) malam, kecepatan angin telah turun hingga 80 km per jam tetapi curah hujan tinggi terus berlanjut, demikian disampaikan Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC).

Badai itu kemudian bergerak ke pedalaman di selatan Honduras sementara pihak berwenang melaporkan banyak orang hilang. Beberapa daerah yang terkena dampak paling parah masih terputus.

“Kami kebanjiran di mana-mana, hujan berlangsung hampir sepanjang malam dan sekarang berhenti selama satu jam kemudian kembali lagi selama dua hingga tiga jam,” kata Marcelo Herrera, walikota Wampusirpi, sebuah kota di pedalaman timur laut Honduras yang dilintasi sungai dan aliran.

"Kami membutuhkan makanan dan air untuk penduduk, karena kami kehilangan hasil panen kami dengan Eta," katanya kepada Reuters.

BACA JUGA: Tewaskan Ratusan Korban di Guatemala, Badai Eta Kini Ancam Kuba

Pemerintah Honduras menutup jembatan dan jalan raya di seluruh negeri pada Selasa, sambil membuka lebih dari 600 tempat penampungan di mana sekira 13.000 penduduk mengungsi.

Wakil Presiden Nikaragua Rosario Murillo mengatakan setidaknya enam orang tewas karena terseret arus sungai yang mengamuk.

Sementara itu dua orang tewas di Pulau Providencia, bagian dari Kepulauan Karibia Kolombia yang diterjang Iota. Pemerintah Panama melaporkan seorang korban tewas di wilayah barat Ngabe-Bugle karena kondisi yang disebabkan oleh badai tersebut.

Di Honduras, seorang anak laki-laki dilaporkan terbunuh oleh pohon tumbang, meskipun wali kota, Teonela Wood, mengatakan dia tidak memiliki laporan tentang korban jiwa.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan banjir dari Iota berisiko menyebabkan bencana setelah Eta.

"Kami sangat prihatin tentang potensi tanah longsor yang mematikan di daerah ini karena tanahnya sudah benar-benar jenuh," kata Juru Bicara IFRC Matthew Cochrane dalam jumpa pers di Jenewa, Selasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini