KTT Pemimpin G20 di Arab Saudi Bertujuan Dorong Kerja Sama dan Solidaritas

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 November 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311802 ktt-pemimpin-g20-di-arab-saudi-bertujuan-dorong-kerja-sama-dan-solidaritas-NCDX4yz6ED.jpg Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Al Jadaan. (Foto: SPA)

RIYADH – Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G20 yang akan digelar pekan depan di bawah Kepresidenan Arab Saudi, bertujuan untuk bergerak maju dalam semangat "kerja sama dan solidaritas" untuk mengatasi tantangan global. Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Kerajaan, Mohammed al-Jadaan.

Arab Saudi akan menjadi tuan rumah KTT Pemimpin G20, di mana para pemimpin dunia dari 20 negara ekonomi terbesar akan bertemu pada Sabtu 21 November - Minggu, 22 November 2020.

BACA JUGA: Negara G20 Benahi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

"Kami bangga dengan Kerajaan karena memimpin dan menyelenggarakan KTT Pemimpin G20 tahun ini selama periode sulit yang dialami seluruh dunia karena pandemi COvid-19," kata al-Jadaan dalam sebuah pernyataan kepada SPA.

Dia menyampaikan hasil yang muncul dari KTT luar biasa G20 pada 26 Maret, di mana negara-negara G20 menjanjikan lebih dari USD21 miliar untuk mengisi kesenjangan finansial dalam sistem kesehatan global, yang bertujuan untuk mendukung produksi dan distribusi vaksin.

Al-Jadaan menyatakan bahwa Kepresidenan Arab Saudi di G20 meluncurkan inisiatif untuk menangguhkan pembayaran pembayaran hutang, yang memungkinkan negara-negara termiskin di dunia untuk menunda pembayaran USD14 miliar hutang mereka tahun ini.

BACA JUGA: Jelang KTT G20, Dubes Arab Saudi Singgung Peluang Abad 21

"KTT Pemimpin G20 mendatang yang dipimpin oleh Raja Saudi Salman akan berusaha untuk memperkuat kerja sama internasional untuk mendukung pemulihan ekonomi global dan meletakkan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan komprehensif," jelasnya.

Al-Jadaan menambahkan bahwa Kerajaan tanpa lelah bekerja dengan mitra G20 di seluruh dunia untuk mengatasi krisis virus korona global dan "muncul darinya dengan ekonomi global yang lebih kuat untuk menghadapi guncangan di masa depan."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini