Taiwan "Kandangkan" Armada Jet Tempur Buatan AS Setelah 2 Kecelakaan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 November 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311856 taiwan-kandangkan-armada-jet-tempur-buatan-as-setelah-2-kecelakaan-9NXSYm1hfR.jpg F-16. (Foto: USAF)

TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Rabu (18/11/2020) mengatakan kepada wartawan bahwa angkatan udara pulau itu telah mengandangkan armada F-16-nya untuk pemeriksaan setelah terjadi dua insiden yang melibatkan jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) itu. Pemeriksaan itu diumumkan setelah sebuah pesawat F-16A Taiwan hilang dalam misi pelatihan.

Tsai telah meminta Kementerian Pertahanan Taiwan "untuk tidak bersantai tentang kesiapan tempur untuk memastikan keamanan nasional".

BACA JUGA: 18 Pesawat China Satroni Langit Taiwan di Tengah Kunjungan Wamenlu AS

Kementerian pertahanan memperingatkan akan munculnya spekulasi tentang mengapa F-16 itu menghilang dari layar radar dua menit setelah lepas landas, menambahkan bahwa misi pelatihan harus dilanjutkan mengingat ancaman saat ini dari China. Ini adalah insiden kedua yang melibatkan jet tempur buatan AS itu dalam waktu kurang dari sebulan.

"Menanggapi situasi yang semakin parah di Selat Taiwan, militer terus memperkuat pelatihan kesiapan tempur untuk memastikan keamanan nasional," kata kementerian itu sebagaimana dilansir Sputnik. .

Pernyataan itu muncul setelah kementerian pada Oktober mengungkapkan bahwa hampir USD900 juta telah dihabiskan tahun ini untuk mengacak Angkatan Udara Taiwan melawan serangan China, menggambarkan tekanan yang dihadapi militer sebagai "besar".

Dalam perkembangan terpisah bulan lalu, China melakukan latihan militer di dekat Selat Taiwan, yang menurut Beijing ditujukan untuk melindungi integritas teritorial negara itu menyusul kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan Keith Krach ke Taiwan pada 17 September.

BACA JUGA: China Sebut Penjualan Jet Tempur AS ke Taiwan Sangat Berbahaya

Ketika rencana penjualan F-16 dari AS diumumkan pada Agustus 2019, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan kepada wartawan bahwa "penjualan senjata AS ke Taiwan sangat melanggar prinsip Satu-China".

Hua juga mencatat bahwa pemerintah China mendesak AS untuk menahan diri menjual "jet tempur ke Taiwan dan menghentikan penjualan senjata ke, dan kontak militer dengan" pulau itu.

"Jika tidak, pihak China pasti akan membuat reaksi keras, dan AS harus menanggung semua konsekuensinya," tambahnya.

Meskipun secara resmi AS mengikuti kebijakan Satu China, yang tidak mengakui Taiwan sebagai entitas independen, Washington terus mempertahankan hubungan perdagangan dan bisnis dengan pulau itu, juga memasok senjata ke sana.

Di sisi lain Beijing melihat Taiwan sebagai wilayah China yang pada akhirnya harus bersatu kembali dengan China daratan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini