Donald Trump Diminta Berbagi Data COVID-19 dengan Tim Biden

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 18 November 2020 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311895 donald-trump-diminta-berbagi-data-covid-19-dengan-tim-biden-LXYFPCRfrm.jpg Foto: Okezone

NEW YORK – Badan Kesehatan Amerika Serikat meminta Presiden Donald Trump untuk segera berbagi data COVID-19 dengan tim Presiden Terpilih Joe Biden demi menghindari penanganan pandemi yang sia-sia dan mengakibatkan lebih banyak kematian.

Surat terbuka ini disampaikan dari Asosiasi Kedokteran AS, Asosiasi Perawat AS, dan Asosiasi Rumah Sakit Amerika Serikat (AS) di tengah perjuangan pemerintah negara bagian dan lokal melawan wabah tanpa ada strategi koordinasi nasional.

“Data dan informasi realtime mengenai pasokan pengobatan, pengujian, alat pelindung diri, ventilator, kapasitas ranjang rumah sakit, dan ketersediaan tenaga kerja untuk merencanakan distribusi lanjutan aset negara harus dibagikan demi menyelamatkan banyak nyawa,” tulis surat terbuka yang ditandatangani ketiga pemimpin asosiasi itu, dikutip Reuters.

Surat ini dipublikasikan satu hari setelah Biden diproyeksikan menang. Surat ini juga memperingatkan akan ada lebih banyak orang yang meninggal dunia jika Trump terus mencegah transisi pemerintahan.

(Baca juga: Kawin Palsu, Demi Dapatkan Pelat Kendaraan)

Pada Selasa (17/11), salah satu Kepala Satuan Tugas COVID-19 yang dibentuk Biden usai terpilih, dr. Viviek Murthy, mengatakan dia dan penasihat kesehatan lainnya tidak bisa membahas penanganan pandemi dengan pejabat pemerintahan saat ini.

Menurutnya, hal itu menjadi ganjalan yang dapat menghalangi respons AS terhadap wabah COVID-19.

Sementara itu, pakar penyakit menular terkemuka dari pemerintah AS, dr. Anthony Fauci, menyebut negara itu akan dapat menangani pandemi lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang seragam.

“Kita membutuhkan sejumlah langkah kesehatan masyarakat yang mendasar, yang akan dipatuhi oleh setiap orang, bukan yang terputus-putus, di mana satu wilayah berkata suatu hal, dan wilayah lain berkata suatu hal yang lain pula,” ungkapnya saat wawancara dengan The New York Times.

Para pakar kesehatan mengatakan bahwa relasi sosial dan pertemuan dalam ruangan yang meningkat selama masa liburan, dikombinasikan dengan cuaca musim dingin saat ini, akan mempercepat lonjakan kasus virus corona.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini