Serangan Roket Hantam Zona Hijau Baghdad, Tewaskan Seorang Anak

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 November 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 18 2311901 serangan-roket-hantam-zona-hijau-baghdad-tewaskan-seorang-anak-aKJ3bGu5On.jpg Zona Hijau Baghdad. (Foto: Reuters)

BAGHDAD - Empat roket Katyusha menghantam Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad, Irak dalam sebuah serangan yang diduga menargetkan kedutaan Amerika Serikat (AS), demikian dilaporkan polisi Irak dan sumber keamanan pada Selasa (17/11/2020).

Sirene bergaung dari kedutaan AS yang terletak di dalam zona yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing itu. Satu sumber keamanan mengatakan setidaknya empat roket ditembakkan dan beberapa di antaranya mendarat di dekat kedutaan.

BACA JUGA: 3 Serdadu AS Tewas di Zona Hijau Irak

Sebuah pernyataan militer yang dilansir Reuters mengatakan bahwa tujuh roket Katyusha ditembakkan, empat jatuh di dalam Zona Hijau dan tiga di luar, yang menewaskan seorang anak dan melukai lima orang.

Militer mengatakan sebelumnya empat roket ditembakkan dari distrik timur ibu kota, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Rekaman dari militer menunjukkan peluncur roket dipasang di bagian belakang truk mini yang dibakar.

Dua sumber diplomatik yang berbasis di dalam Zona Hijau mengatakan mereka mendengar sistem anti-roket yang disiapkan untuk mempertahankan kedutaan AS. Salah satu sumber mengatakan ledakan yang terjadi mengguncang gedung kedutaan tersebut.

BACA JUGA: Serangan Roket Hantam Zona Hijau Baghdad, Dekat Kedutaan Besar AS

Para pejabat AS menyalahkan milisi yang didukung Iran atas serangan roket rutin terhadap fasilitas milik Negeri Paman Sam di Irak, termasuk di dekat kedutaan di Baghdad. Tidak ada kelompok yang didukung Iran yang mengklaim bertanggung jawab.

Pada Oktober, sederet kelompok milisi Irak yang didukung Iran mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan serangan roket terhadap pasukan AS dengan syarat bahwa pemerintah Irak memberikan jadwal untuk penarikan pasukan Amerika.

Seorang juru bicara Kataib Hezbollah, salah satu kelompok milisi paling kuat yang didukung Iran di Irak, mengatakan kelompok itu tidak memberikan tenggat waktu yang ditentukan, tetapi jika pasukan AS "bersikeras untuk tetap tinggal," mereka akan melancarkan lebih banyak serangan.

Pengumuman tentang penghentian serangan roket dibuat setelah Washington, yang perlahan-lahan mengurangi 5.000 tentaranya di Irak, mengancam akan menutup kedutaannya kecuali pemerintah Irak mengendalikan milisi yang berpihak pada Iran.

Serangan pada Selasa bisa menjadi tanda bahwa milisi yang didukung Iran telah memutuskan untuk melanjutkan serangan di pangkalan AS, sebuah langkah yang memberi lebih banyak tekanan pada Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi dan upayanya untuk menahan kelompok-kelompok tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini