Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Bandung Tutup Ruang Publik

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 19 November 2020 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 525 2312037 kasus-covid-19-naik-pemkot-bandung-tutup-ruang-publik-4EUVJojspz.jpg Alun Alun Cicendo (foto: Instagram Explore Bandung)

BANDUNG - Pemkot Bandung tetap merekomendasikan, agar beberapa ruang publik tetap ditutup, mengantisipasi kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bandung yang dikhawatirkan terus meningkat.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya telah melaporkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung agar ruang publik di beberapa lokasi sementara tidak dipakai terlebih dahulu. Semua alun-alun dan taman-taman ditutup.

Ruang publik itu diantaranya, Alun-alun Cicendo, Alun-alun Regol, Alun-alun Ujungberung, dan Alun-Alun Bandung di Jln. Asia-Afrika harus benar-benar terjaga.

"Jangan dulu dipergunakan untuk warga masyarakat. Mohon maaf karena itu berpotensi menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Baca juga:

Positif Covid-19, Bupati Bogor Dapat Suntikan Semangat dari Ridwan Kamil   

Safari Habib Rizieq ke Purwakarta Ditunda, Kesbangpol Bernafas Lega   

Tak hanya itu, Ema juga meminta para camat dan lurah lebih masif menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dan penanganan masalah Covid-19. Hal itu wajib dilakukan di kesempatan bertemu dengan warga.

Menurut Ema, langkah cepat ini perlu dilakukan dengan seluruh gugus tugas dari level kota, kecamatan hingga kelurahan. Mengingat situasi terkini mobilisasi masyarakat yang semakin tinggi. “Terjadi pergerakan-pergerakan yang harus kita antisipasi,” tuturnya.

Selain itu, Ema kembali mengingatkan kepada warga Kota Bandung untuk lebih mewaspadai klaster keluarga.

“Terutama klaster keluarga yang saat ini sudah bergerak pada angka 30 persen. Hal yang menjadi faktor penyebab ini kebanyakan itu dari kontak erat. Misalkan ada orang yang bekerja di wilayah zona merah dan berkontak erat dengan pihak keluarganya,” tuturnya.

Idealnya, lanjutnya, terus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta tidak berkerumun (3M1T).

"Dengan anggota keluarga sekali pun. Interaksi dengan keluarga relatif lebih aman akan tetapi kalau sudah keluar lingkungan keluarga itu suatu keniscayaan, wajib menerapkan 3M 1T,” imbau Ema.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini