Kitab Tib Beraksara Jawi Jadi 'Apotik' Wabah Masa Lampau

Vitriada Hilba Siregar, Okezone · Rabu 18 November 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 65 2311461 kitab-tib-beraksara-jawi-jadi-apotik-wabah-masa-lampau-hzA67g49QD.jpg Kitab Tip beraksara Jawi. (Foto:Unair)

JAKARTA - Sebelum ada pengobatan modern, pengobatan tradisional menjadi pilihan utama masa lalu dan ada di dalam Kitab Tib beraksara Jawi.

Hal ini diungkapkan saat diskusi online digelar dengan tema besar “Wabah dan Obat dalam Tradisi Lisan dan Tradisi Tulis Nusantara”.

Baca Juga: Pembelajaran Online Direkomendasikan Tetap Dilaksanakan hingga Akhir 2020

 Dr. Junaini Kasdan, salah seorang pembicara mengungkapkan terdapat manuskrip beraksara Jawi yang membahas pengobatan tradisional, yakni Kitab Tib.

Secara umum, manuskrip itu membahas perihal khazanah pengobatan tradisional Melayu, jenis penyakit, ramuan, dan tatacara pembuatan hingga bagaimana cara mengonsumsinya.

Baca Juga: KOSN 2020 Resmi Dibuka hanya Menggelar Dua Cabang Olahraga

“Dengan ilmu filologi kita dapat membaca dan menerjemahkan jenis obat-obatan tradisional. Nah itu semuanya dijelaskan dalam Kitab Tib,” ujar Junaini yang juga alumni Sasindo Unair, dikutip dari dari laman Unair, Rabu (18/11/2020).

Junaini Kasdan juga membeberkan, dari hasil penelitiannya terhadap Kitab Tib ditemukan enam perkara utama yang dibahas.

Mulai cara menentukan penyakit, menghindari penyakit, bilangan edaran tahun Arab, ilmu siam, obat-obatan, serta hal-hal sejenisnya.

Bahkan lebih lengkap lagi juga dideskripsikan secara terperinci 34 jenis penyakit. Menariknya, kata dia, aturan pengobatan yang digunakan dokter saat ini ternyata juga mirip dengan petuah dalam Kitab Tib itu.

“Ketika demam kita akan diberikan obat generik, namun dahulu kala orang tua akan memberikan obat dari bumbu dapur yang tidak berefek samping,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Unmul Sukses Buat 12 Video IPS, Belajar Jadi Lebih Asyik

Junaini yang juga dosen Universitas Kebangsaan Malaysia ini menjelaskan dalam Kitab Tib bagian tumbuhan sebagai obat tradisional tidak selamanya diminum atau dimakan.

Misalnya bagian tumbuhan untuk obat akar, daun, batang, bunga, buah, biji, atau kulit. Sedangkan cara penggunaannya bervariasi, bukan hanya dimakan atau diminum.

"Tapi pengobatan ramuan obat tradisional itu hanya cukup diusap, tempel, sembur, hingga kumur saja,” bebernya.

Junaini pun menganalisa, tumbuhan untuk obat tradisional bisa saja beracun namun masih dimanfaatkan untuk obat. "Jadi tetap dimanfaatkan untuk obat tanpa harus dimakan atau diminum. Ya cukup diusap, tempel, sembur, atau kumur saja," ujarnya.

Patut diketahui publik juga bahwa bahan tradisional dalam Kitab Tib sudah dikaji secara scientific dan sistematik oleh ahli farmasi dan terbukti manfaatnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini