Digiflux Buatan Tiga Mahasiswa ITS Jembatani Influencer dan Pelaku Usaha

Vitrianda Hilba Siregar, · Rabu 18 November 2020 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 65 2311931 digiflux-buatan-tiga-mahasiswa-its-jembatani-influencer-dan-pelaku-usaha-bqaY8RXADZ.jpg Mahasiswa ITS berhasil membuat aplikasi Digiflux. (Foto: ITS)

SURABAYA-Tiga mahasiswa Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil membuat sebuah platform influencer marketing

Platform influencer marketing ini mampu memberikan pengalaman berbeda kepada penggunanya. Dengan platform ini bisa menjembatani influencer dan pelaku usaha.

Ketiga mahasiswa ITS ini yakni Muhammad Asad Al Balad, Firwam Al Ayubi Rachman dan Aurelius Ian merupakan mahasiswa Departemen Sistem Informasi Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC). Mereka tergabung dalam Tim Digifilux yang mencoba menciptakan inovasi di ruang digital ini..

Baca Juga: Keren,Tiga Sekawan dari UIN Sunan Ampel Ciptakan Aplikasi Literasi Wakaf

Ketua tim Digifilux, Muhammad Asad Al Balad menuturkan, ide awal aplikasi muncul dari kedua temannya yang sama-sama berasal dari Departemen Sistem Informasi, yakni Muhammad Rizaldi dan Achmad Zaenuri.

Mereka mengamati tren perkembangan teknologi masa kini, jasa promosi produk oleh para influencer di media sosial atau yang biasa dikenal sebagai endorsement kerap dipilih sebagai salah satu strategi pemasaran.

Baca Juga: Unair Kembangkan Sensor Potensiometri Alat Deteksi Gagal Ginjal Berbiaya Murah

“Strategi ini banyak diterapkan para pelaku usaha, tak terkecuali bagi para pelaku UMKM yang menginginkan peningkatan penjualan produk mereka,” kata Asad, Rabu (18/11/2020).

Dia melanjutkan, beberapa pelaku UMKM yang pada umumnya tergolong awam dalam bidang pemasaran, malah mereka harus merelakan uang terbakar begitu saja karena performa endorsement yang buruk.

“Maka akan timbul pertanyaan dari para pelaku UMKM tersebut, yakni bagaimana cara mendapatkan influencer yang tepat dengan harga yang friendly, tanpa hasil yang zonk,” ucap mahasiswa ITS ini.

Asad melanjutkan, aplikasi yang dirancang bersama timnya ini dapat menjadi solusi yang memudahkan para pelaku usaha di Indonesia untuk memasarkan produknya dengan jasa influencer melalui tiga pengalaman berbeda.

Baca Juga: Mahasiswa UNY Olah Daun Salam Jadi Krim Obat Luka Bakar

Tiga pengalaman berbeda tersebut ialah rekomendasi influencer yang sesuai dengan preferensi bisnis melalui bantuan Artificial Intelligence (AI), fitur pembayaran yang akan menyesuaikan nominal dengan performa sang influencer, dan juga laporan data analitik terhadap performa influencer yang terus diperbarui berdasar waktu yang sebenarnya.

Digiflux, katanya, dirancang menggunakan metode Design Thinking yang merupakan kerangka berpikir untuk memecahkan masalah dengan menggunakan pendekatan kepada pengguna.

“Berdasarkan hasil pengujian prototipe aplikasi yang kami uji cobakan kepada beberapa pengguna, mereka dapat menjalankan aplikasi dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik,” ungkapnya.

Inovasi yang digagas mereka pun berhasil sabet medali perak dalam cabang lomba Desain Pengalaman Pengguna (UX Design) pada kompetisi bergengsi, Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) XIII tahun 2020, beberapa waktu lalu.

Dalam waktu pengerjaan selama dua bulan, menjalin hubungan dengan pengguna menjadi tantangan tersendiri saat mengikuti kompetisi tersebut.

Terlebih lagi kondisi pandemi membatasi kegiatan berkumpul dan bertemu secara langsung. Asad dan tim juga harus berpacu dengan keterbatasan waktu.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini