Badai Iota Tewaskan Lebih dari 30 Orang di Amerika Tengah

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 November 2020 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312365 badai-iota-tewaskan-lebih-dari-30-orang-di-amerika-tengah-rFfPsu2X3h.jpg Kerusakan akibat terjangan Badai Iota di Puerto Cabezas, Nikaragua, 19 November 2020. (Foto: Reuters)

MEXICO CITY - Badai Iota menghantam Amerika Tengah pada Rabu (18/11/2020) menyebabkan banjir yang menghancurkan di kawasan tersebut, memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari rumah-rumah mereka. Lebih dari 30 orang tewas akibat amukan Badai Iota, dan jumlahnya diperkirakan masih akan bertambah sementara petugas penyelamat mencapai komunitas yang terisolasi.

Badai Iota mendarat di pantai Nikaragua pada Senin malam (16/11/2020) sebagai badai kategori 5 membawa hujan lebat dan menggenangi daerah dataran rendah negara itu yang masih belum pulih dari dampak terjangan Badai Eta dua pekan lalu.

BACA JUGA: Badai "Bom" Iota Terjang Nikaragua, Bawa Angin 260 Km/Jam

Sekira 160.000 orang Nikaragua dan 70.000 orang Honduras terpaksa mengungsi ke tempat penampungan.

Karen Valladares, kepala agen migran FONAMIH Honduras, memperingatkan bahwa kerusakan akibat badai akan mempercepat migrasi ke Amerika Serikat selama beberapa bulan ke depan.

“Itu seharusnya tidak mengejutkan kita,” katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Badai Iota dilaporkan telah menewaskan 30 orang di kawasan Amerika Tengah, dengan sebagian besar korban berada di Nikaragua.

Pihak berwenang Nikaragua mengatakan setidaknya delapan orang tewas akibat tanah longsor di utara, sementara seorang ibu dan empat anaknya tewas tersapu arus sungai yang meluap. Pihak berwenang juga mengatakan banyak korban yang masih hilang.

BACA JUGA: Badai Iota Terjang Amerika Tengah, Tewaskan Setidaknya 9 Orang

Di Honduras, lima anggota keluarga, termasuk tiga anak, terkubur dalam tanah longsor yang menyapu rumah mereka di barat Ocotepeque, dekat perbatasan dengan El Salvador dan Guatemala, kata polisi.

Dua kematian telah dikonfirmasi di Panama dan satu di El Salvador.

Pihak berwenang Kolombia mengatakan dua orang tewas ketika badai menghantam pulau-pulaunya di Karibia.

National Hurricane Center (NHC) Amerika Serikat (AS) mengatakan sisa-sisa Iota dapat memicu lebih banyak banjir dan tanah longsor di Amerika Tengah hingga Kamis saat ia melayang ke barat menuju Samudra Pasifik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini