Kasus Penganiayaan Pekerja Migran Asal Pati, Kemlu Singapura Beri Penjelasan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 November 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312400 kasus-penganiayaan-pekerja-migran-asal-pati-kemlu-singapura-beri-penjelasan-ak4Ho2omKQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Singapura menggelar penyelidikan terkait laporan penganiayaan terhadap Sugiyem, seorang pekerja migran Indonesia (PMI), yang dilakukan oleh majikannya di Singapura. Akibat penyiksaan yang dia terima, perempuan asal Pati, Jawa Tengah itu mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran.

Dalam keterangannya, Kamis (19/11/2020), kementerian mengatakan kasus Sugiyem dilaporkan oleh Pusat Pekerja Rumah Tangga (CDE) kepada Kementerian Ketenagakerjaan (MOM) Singapura pada 28 Oktober 2020. MOM segera menyelidiki laporan tersebut, sementara kepolisian Singapura juga menggelar penyelidikan mereka.

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Pati Dianiaya Majikan, KBRI Singapura Bertindak

“Penyelidikan yang dilakukan oleh MOM dan SPF (kepolisian Singapura) mendahului pelaporan kasus Ibu Sugiyem ini kepada Kementerian Luar Negeri (MFA) Singapura oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura pada 3 November 2020,” kata kementerian dalam pernyataanya.

“MFA Singapura telah menginformasikan KBRI tentang penyelidikan kasus yang sedang dilaksanakan oleh otoritas Singapura yang terkait.”

Kementerian juga menegaskan bahwa Singapura konsisten untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan pekerja rumah tangga asing yang sesuai dengan hukum dan perundangan di negara itu.

BACA JUGA: PRT Asal Indonesia Dijual di Online Shop, Singapura Lakukan Penyelidikan

“Pemerintah Singapura tidak membenarkan segala bentuk perlakuan buruk terhadap para pekerja rumah tangga asing dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap para pihak yang bersalah sesuai dengan hukum yang berlaku.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KBRI Singapura menerima laporan resmi dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Semarang, Jawa Tengah, mengenai tindak kekerasan yang dialami Sugiyem.

Sugiyem dikirim kembali ke Indonesia pada 23 Oktober 2020 oleh majikannya dalam kondisi sakit. Ia mengaku kerap kali mendapatkan kekerasan fisik pada kepala, wajah, telinga, punggung, tangan, bahkan mata, dan bagian tubuh lainnya dari majikan, sejak 2019. Akibatnya Sugiyem kini mengalami masalah penglihatan dan pendengaran.

“Pihak KBRI sudah memastikan, bahwa alamat majikan yang disebutkan Sugiyem benar adanya. Keberadaan Sugiyem di Singapura adalah legal, atau sudah sesuai ketentuan,” ucap pihak KBRI Singapura.

KBRI Singapura kemudian menyampaikan surat kepada Kementerian Luar Negeri Singapura untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan memastikan Sugiyem mendapatkan keadilan. Laporan juga telah disampaikan ke pihak-pihak terkait lainnya, termasuk MOM dan SPF agar kasus itu segera ditindaklanjuti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini