Ikutan Yuk, Mahasiswa Komunikasi Universitas Bakrie Gelar Webinar Cyber Sexual Harassment

Vitrianda Hilba Siregar, · Kamis 19 November 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 65 2312396 ikutan-yuk-mahasiswa-komunikasi-universitas-bakrie-gelar-webinar-cyber-sexual-harassment-z8vcwOEB0k.jpg Universitas Bakrie. (Foto:Okezone)

JAKARTA - Komnas Perempuan menegaskan bahwa pola kasus kekerasan berbasis gender online semakin rumit. Ini lantaran jumlah laporan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Dilansir dari catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan pada 2019, Komnas Perempuan mencatat sebanyak 281 kasus pengaduan cybercrime dengan kasus berbentuk ancaman dan intimidasi penyebaran foto maupun video porno korban.

Jumlah ini mengalami kenaikan yang sangat drastis, yaitu sekitar 300%, jika dibandingkan dengan laporan pengaduan pada tahun 2018—yang tercatat sebanyak 97 kasus.

Baca Juga: Kolesterol Jahat Gorengan, Ini Solusi dari Pakar Kimia Unnes 

Komnas Perempuan menyatakan bahwa kejahatan cyber yang menyasar korban perempuan sering kali berhubungan dengan objektifikasi pornografi bentuk tubuh perempuan. Perilaku kejahatan ini termasuk tindakan berbahaya yang mengakibatkan penderitaan fisik dan mental, serta penghapusan kemerdekaan.

Nah, melihat maraknya kasus pelecehan seksual yang kini tak lagi terjadi hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie—yang tergabung di dalam sebuah kampanye sosial bernama Jangan Ragu menghadirkan Web Seminar (webinar) ketiga bertajuk “Ruang Bicara Vol. 3: Cyber Sexual Harassment” pada Sabtu (21/11/2020) mendatang dan terbuka untuk umum.

Baca Juga: THE World University Rankings: ITB Perguruan Tinggi Terbaik Kedua di Indonesia

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis (19/11/2020) disebutkan, ada dua pembicara sebagai pengisi materi dalam webinar tersebut, di antaranya adalah Vivid F. Argarini, seorang dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Bakrie sekaligus book author "Manners Matter - No Matter What", dan Tiasri Wiandani selaku Komisioner Komnas Perempuan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini