Belum Dapat Bansos? Jangan Ngadu di Medsos

Suryono Sukarno, iNews · Jum'at 20 November 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 512 2313016 belum-dapat-bansos-jangan-ngadu-di-medsos-TNoSUhtVTk.jpg Mensos Juliari Batubara (Foto : iNews)

PEMALANG - Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengingatkan seluruh masyarakat yang belum mendapat bantuan sosial (bansos) agar tidak mengadu di media sosial. Lebih baik mereka lapor ke petugas agar bisa dicairkan bantuannya.

Hal tersebut disampaikannya saat menyaksikan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Pemalang dan Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020).

"Jangan berbicara di media sosial, tapi datanglah ke kantor desa, kantor kecamatan. Laporkan bahwa saya belum mendapatkan bantuan. Kami pastikan akan dilayani, " kata Mensos Juliari dalam sambutan pada acara Penyaluran Bansos Tunai di Kantor Pos Taman, Kabupaten Pemalang.

Ia meminta masyarakat tidak ragu soal itu. Sebab pada dasarnya aparat pemerintah, anggota DPR dan juga pendamping, merupakan pelayan masyarakat. "Bukan masyarakat yang melayani kita. Jadi kita berjuang untuk masyarakat," katanya.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Kegembiraan Anak-Anak Belum Bisa Dikembalikan

Baca Juga : Viral Penganiayaan Ibu di Ciputat, Kepala Balita Direndam Air

Mensos mengingatkan, menyalurkan bansos juga bukan pekerjaan mudah. Sebab, setelah Kemensos mengalokasikan kuota bantuan, ternyata daerah tidak bisa menyerap.

"Kabupaten Pemalang merupakan daerah yang responsif. Buktinya dari kuota penerima bantuan yang diberikan bisa diserap dengan baik. Ini semua tergantung dari keaktifan kepala daerah dalam berkomunikasi dengan Kemensos," kata Mensos.

Kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang duduk dengan formasi mematuhi protokol kesehatan di dua lokasi tersebut, Mensos Juliari membuka dialog. Ia menggali sejauh mana manfaat yang mereka rasakan dengan bantuan pemerintah.

“Kepada para menteri, Bapak Presiden menginstruksikan, agar kami para pemnbantunya memastikan selama pandemi masyarakat tidak ada yang kelaparan. Dengan BST diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat yang terdampak pandemi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Juliari juga meninjau produk UMKM lokal yang menjadi komoditas E-Warong, dan berdialog dengan pelaku UMKM. Mensos Juliari memuji kewirausahaan yang tumbuh di daerah tersebut.

Kemensos menyalurkan BST di Provinsi Jawa Tengah kepada sebanyak 1.412.938 KPM di 35 Kabupaten/kota.

Di Kabupaten Pemalang tercatat 38.952 KPM BST tersebar pada 14 kecamatan dengan nilai Rp11.685.600.000 / bulan. BST di Kabupaten Purbalingga terdaftar sebanyak 30.603 KPM tersebar pada 18 kecamatan dengan nilai total Rp9.180.900.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini