Faskes Darurat Sleman Tak Mampu Tampung Pasien COVID-19

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 512 2313234 faskes-darurat-sleman-tak-mampu-tampung-pasien-covid-19-adoeSBiqlI.jpg Ilustrasi Okezone

SLEMAN-Penambahan jumlah kasus COVID-19 di Sleman dalam beberapa hari menyebabkan fasilitas kesehatan (faskes) darurat untuk merawat pasien tanpa gejala dan gejala ringan di Asrama Haji DIY dan Rusunawa Gemawang, Sinduadi, Mlati, Sleman penuh, sehingga tidak mampu menampung pasien COVID-19 baru.

Pemkab Sleman sendiri telah mengeluarkan surat keterangan No 011/9082 tertanggal 20 November 2020 yang menyatakan mulai 20 November 2020-30 November 2020 faskes daruat COVID-19 di Asrama Haji DIY dan Rusunawa Gemawang penuh, sehingga tidak bisa menerima pasien terkonfirmasi pasien COVID-19. Surat itu ditandayangai Kepala Dinas Kesehatan (Dinies) Sleman Joko Hastaryo.

(Baca juga: Penampakan Pasukan Khusus TNI 'Unjuk Kekuatan' di Petamburan)

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, jumlah ruang faskes darurat COVID-19 di Sleman, sebanyak 212 ruang, terdiri dari 138 Faskes darurat di Asrama Haji dan 78 di Rusunawa Gemawang. Dari jumlah itu, di Asrama Haji tiggal 3 ruang dan di Rusunawa Gemawang tingga 1 ruang. Namun untuk faslitas di dalamya rusak. Dengan kondisi ini dapat dikatakan sudah penuh. Sehingga sudah tidak bisa menampung pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan.

“Padahal sesuai aturan pasien tanpa gejala dan gejala ringan tidak bisa dirawat di rumah sakit rujukan. Sebab biaya untuk perwatan tidak bisa diklaim ke pusat. Sehingga hanya pasien COVID-19 dengan gejala sedang dan berat yang bisa dirawat di rumah sakit rujukan,” kata Joko, Jumat (20/11/2020) sore.

Untuk itu dengan mengeluarkan surat keterangan tersebut, maka rumah sakit bisa merawat pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan. Sebab dengan surat itu, sesuai dengan ketentuan bisa menklaimkan biaya perawatan ke pusat. Jumlah pasien COVID-19 di Sleman, dari 333 yang aktif, 90% di antaranya tanpa gejala dan gejala ringan, sisanya gejala sedang dan berat.

(Baca juga: Koopssus Unjuk Kekuatan di Petamburan, Munarman: Kasihan Kalau Dibentuk Hanya Itu Tugasnya!)

“Karena itu, hari ini kami berkirim surat ke direktir RS di Sleman, untuk menerima pasien COVID-19, tanpa gejala dan gejala ringan dengan jaminan surat keterangan tersebut,” paparnya.

Joko menjelaskan dari 12 rumah sakit yang ada di Sleman ditambah RSUP Sardjito, ada 200 ruang untuk meawat pasien COVID-19. Dari jumlah itu bari terpakai 65 ruang atau 30%, sehingga untuk ruang isolasi rumah sakit di Sleman masih banyak yang belum terpakai. “Itulah langkah awal yang kami lakukan,” jelasnya.

Selain itu, juga akan ditambah faskes darurat COVUD-19. Yaitu di Balai PMD Kemendagri di Kalasan, termasuk akan berkirim surat kepada Satgas COVID-19 DIY, unutk menambah fakses darurat COVID-19 lagi. (Don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini