Nyala Asa Pengusaha Krupuk Panggang

Suryono Sukarno, iNews · Jum'at 20 November 2020 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 512 2313256 nyala-asa-pengusaha-krupuk-panggang-YnRmDu2TP9.jpg Usaha krupuk panggang yang tetap hidup di tengah pandemi. Foto Suryono Sukarno

PEMALANG -Pengusaha krupuk panggang Daryati hanya mengenang masa-masa kejayaan usahanya. Sebelum pandemi, warga Kelurahan Taman, Kecamatan Kabupaten Pemalang ini bisa memproduksi dan menjual 4 bal krupuk panggang per hari dengan nilai Rp600 ribu/bal atau Rp18 juta/bulan kotor.

(Baca juga: Periksa Kepatuhan Prokes COVID-19 di Sleman, BPK Lakukan Ini)

Dibantu dua orang tetangga, usaha perempuan 50 tahun itu merambah kota-kota sekitar Pemalang, seperti Brebes, Pekalongan, dan Kendal. Selama tujuh tahun terakhir, ia menikmati limpahan rejeki dari usaha rumahan yang dikelola bersama suami. Belum lagi perdagangan kelapa yang dikelola suaminya. Per hari, satu truk penuh bisa didatangkan dari Sumatera untuk memenuhi pasar di Pekalongan.

Kini semuanya tinggal kenangan. Pandemi telah mengubur mimpi indah ibu dengan tiga anak ini. "Sekarang jual krupuk hanya 2-3 bal dalam sebulan pak. Sementara usaha kelapa yang dipegang suami saya sama sekali sudah tidak jalan," katanya, Jum'at (20/11/2020)

(Baca juga: Ini Makna Gelar Habib Menurut Lembaga Pelacak Garis Keturunan Nabi Muhammad)

Dengan 1 anak yang sudah berkeluarga, dan dua lagi masih kuliah, membuat beban hidup Daryati berat. "Banyak biaya pak dua anak kuliah ini," katanya.

Namun di tengah-tengah masa sulit ia bersyukur pada Illahi, masih mendapat bantuan dari Kemensos berupa BST. "Alhamdulillah, masih dapat bantuan pak. Yah kebanyakan buat nutup biaya kuliah. Sisanya buat kebutuhan sehari-hari," katanya.

Daryati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah termasuk Kemensos, karena bantuan telah menyalakan asa yang sempat redup. (Don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini