Unsyiah Banda Aceh Gandeng ISMI Garap KEK Halal

Vitrianda Hilba Siregar, · Jum'at 20 November 2020 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 65 2312908 unsyiah-banda-aceh-gandeng-ismi-garap-kek-halal-jUYC15d7f0.jpg Pimpinan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh bersama pengurus Ikatan Saudagar Muslim Indonesia. (Foto: Antara)

BANDA ACEH- Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal di wilayah Pantai Barat bagian selatan Provinsi Aceh hingga saat ini masih terus disiapkan.

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh pun ikut menyiapkan dan mewujudkan KEK halal tersebut.

Unsyiah bersama-sama Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Aceh melakukan pertemuan membahas hal itu.

Baca Juga: Perjuangan Suri Wisuda Virtual Tak Ada Sinyal, Ketika Tersambung Sudah Selesai

Rektor Unsyiah Banda Aceh Prof. Samsul Rizal mengatakan mewujudkan KEK halal dan bekerja sama dengan kampusnya merupakan pilihan yang tepat.

Unsyiah, kata dia, berkomitmen untuk memberi dukungan secara penuh untuk membangun Aceh secara profesional dan independen.

Baca Juga: Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan

"Kami sangat setuju mengembangkan KEK halal di barat selatan Aceh di Teluk Surin, Kabupaten Aceh Barat Daya. Apalagi, Unsyiah hari ini sudah memiliki pusat studi halal," kata Samsul Rizal dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Dia menegaskan bahwa membangun kawasan industri yang terintegrasi di Aceh dengan melibatkan seluruh wilayah yang ada di Aceh merupakan suatu hal yang tepat.

Untuk bisa mewujudkan rencana tersebut, kata Samsul Rizal, juga meminta kepada ISMI Provinsi Aceh untuk menyusun kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU), termasuk memorandum of action (MoA), dan rencana tindak lanjut agar rencana kerja sama ini dapat segera diwujudkan.

Baca Juga: Aluminium Formwork, Pembangunan Infrastruktur Modern Ala Mahasiswa ITS Surabaya

Utusan Majelis Pimpinan Pusat ISMI Andi Yudi Hendriawan menyebutkan rumusan konsep halal meliputi tiga metode, yaitu halal logistik, halal proses, dan halal distribusi.

Menurut dia, ketiga metode tersebut membutuhkan pihak ketiga untuk menjamin kualitas mutu halal nantinya.

Dia berharap standar jaminan ini dapat bersinergi dengan Unsyiah  Banda Aceh untuk mewujudkannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini