Empat Perguruan Tinggi Sepakati Kuatkan Implementasi Kampus Merdeka

Vitrianda Hilba Siregar, · Jum'at 20 November 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 65 2312979 empat-perguruan-tinggi-sepakati-kuatkan-implementasi-kampus-merdeka-tqs6618EYx.jpg Penandatanganan kesepakatan Kampus Merdeka empat kampus di Jawa Timur. (Foto; Aan Haryono/SINDOnews)

SURABAYA - Empat peguruan tinggi ternama di Jawa Timur meneken kota kesepahaman (MoU) penguatan implementasi program Kampus Merdeka Belajar.

Keempat perguruan tinggi itu adalah Universitas Airlangga (Unair), Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Universitas Brawijaya (UB).

Rektor Ubaya Ir. Benny Lianto menuturkan, kerja sama itu sebenarnya sejak lama terjalin antar universitas. Penandantangan itu menjadi langkah baru dalam penguatan serta perluasan kerja sama. Terutama terkait dengan implementasi kurikulum Kampus Merdeka belajar serta antar kampus.

Baca Juga: Unsyiah Banda Aceh Gandeng ISMI Garap KEK Halal

”Misalnya, memberikan kesempatan mahasiswa Unair untuk datang (belajar) ke Ubaya. Sebaliknya mahasiswa Ubaya datang ke Unair. Termasuk ke kampus ITS, ke UB. Begitupun mahasiswa ITS dan UB ke Ubaya,” katanya, Jumat (20/11/2020).

Dia melanjutkan, setelah selesai penandatangan maka akan ditindaklanjuti setiap universitas. Bahkan, diharapkan sampai pada tingkat fakultas masing-masing. Selain itu, segera masuk dalam tahap PKS (Perjanjian Kerja Sama) untuk jangka waktu yang panjang atau berkelanjutan.

Baca Juga: Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan

”Sehingga ini membuat persaudaraan kita yang lama menjadi lebih kuat lagi. Untuk Saling berkolaborasi lebih luas lagi dalam hal tri dharma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unair Prof. Nasih sangat mengapresiasi inisiasi Ubaya terkait penguatan implementasi kampus merdeka belajar itu. Dalam paparannya, Dia menilai MoU ini merupakan satu kesempatan baik yang mesti dimanfaatkan semua pihak.

Kampus Merdeka memerlukan mobilitas yang tinggi bagi antar kampus, termasuk dengan industri. Tentu hal ini akan banyak berperan dalam membentuk komptensi dan keterampilan para mahasiswa kita,” jelasnya.

Baca Juga: Aluminium Formwork, Pembangunan Infrastruktur Modern Ala Mahasiswa ITS Surabaya

Menurut Prof Nasih, perguruan tinggi tidak cukup hanya bisa mengandalkan sumber daya sendiri. Mengingat, setiap kampus pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Di sisi lain, setiap kampus juga pasti memiliki kenggulan masing-masing.

”Saling menutup kelemahan dan saling memberikan keungulan masing-masing menjadi hal yang baik untuk kita bisa mewujudkan dalam Kampus Merdeka,” ucapnya.

Prof. Nasih mencontohkan bentuk kerja sama yang dapat dijalin ke depan berupa join research dan join publications. Sementara untuk mahasiswa, kerja sama tersebut bisa terkait dengan aktivitas magang, KKN, dan pengembangan soft skill. Berikutnya dalam kesempatan lain, antar-universitas saling bertukar mahasiswa yang berbeda secara simultan. (Aan Haryono)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini