Menteri Nadiem Ungkap 4 Alasan Pemda Berikan Izin Sekolah Tatap Muka

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 65 2313216 menteri-nadiem-ungkap-4-alasan-pemda-berikan-izin-sekolah-tatap-muka-dLaODLs0lN.jpg Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Kemendikbud)

JAKARTA- Pemerintah pusat memperbolehkan pemerintah daerah memberi izin pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021.

Lantas apa saja faktor pertimbangan apa saja sehingga proses belajar tatap muka dimulai kembali?

Tahun depan pemerintah pusat sudah mengizinkan pemerintah daerah memberi izin pembelajaran tatap muka. Namun pemerintah pusat juga memberikan batasan tentang faktor apa saja yang perlu menjadi pertimbangan pemberian izin tersebut.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Ditetapkan per Januari 2021 oleh Empat Menteri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, ada faktor-faktor penting yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam pemberian izin.

Faktor pertimbangan pertama adalah tingkat resiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Faktor pertimbangan kedua adalah kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Tim Pelajar Indonesia Raih 3 Medali di Olimpiade Standardisasi Internasional

Nadiem menjelaskan, faktor pertimbangan ketiga adalah persiapan satuan pendidikan untuk memenuhi daftar persyaratan atau ceklist yang ditetapkan.

Faktor pertimbangan keempat adalah akses terhadap sumber belajar atau kemudahan belajar dar rumah.

"Banyak sekali teman-teman kita di daerah-daerah dan desa yang sangat sulit melakukan PJJ jadi mohon itu jadi konsiderasi,"katanya saat pengumuman SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: Kolaborasi Jadi Kunci Pendidikan Vokasi Hadapi Tantangan Industri

Nadiem menjelaskan, kondisi psikososial peserta didik dan kebutuhan layanan pendidikan bagi anak yang orangtuanya bekerja diluar rumah juga harus diperhatikan.

Dia juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke sekolah.

Mantan petinggi Gojek ini menjelaskan, mobilitas warga antar kabupaten, kota, kecaraman dan kelurahan dan kondisi geografis di setiap daerah juga perlu diperhatikan.

"Ini harus menjadi pertimbangan holistik. Pemda mengambil keputusan itu berdasarkan semua faktor ini di mana yang tatap muka dan di mana yang mau melanjutkan belajar dari rumah," imbuhnya.

Nadiem membeberkan, ceklist daftar periksa kesiapan sekolah masih sama seperti SKB 4 Menteri sebelumnya. Yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kesehatan yakni toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dan handsanitizer. Kedua adalah akses failitas ke pelayanan kesehatan, ketiga wajib memakai masker dan keempat memiliki thermo gun.

Baca Juga:

Sekolah juga harus memastikan pemetaan warga sekolah yang memiliki komorbid atau tidak. Pemetaan warga sekolah yang tidak memiliki akses transportasi yang aman dan pemetaan riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat resiko Covid-19 yang tinggi.

 Daftar periksa keenam adalah persetujuan komite sekolah dan wali, ujarnya, sebab tanpa persetujuan mereka sekolah tidak bisa dibuka."Ini daftar periksa bahwa sekolah itu boleh tatap muka," pungkasnya. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini