Unbraw Kembangkan Rapid Test Kit Pendeteksi Diabetes Millitus

Vitrianda Hilba Siregar, · Senin 23 November 2020 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 65 2314219 unbraw-kembangkan-rapid-test-kit-pendeteksi-diabetes-millitus-r2w33Jhi4r.jpg Universitas Brawijaya, Malang. (Foto: Okezone)

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) Malang siap memproduksi dan mendistribusikan Biosasains rapid test GAD65.

Biosasains rapid test GAD65 adalah kit yang dapat digunakan untuk mendeteksi awal terhadap penyakit diabetes mellitus (DM) secara massal.

"Produk hasil inovasi Universitas Brawijaya ini dapat dimanfaatkan untuk screening awal terhadap penyakit DM, sehingga dapat ditentukan upaya pencegahan dan penatalaksanaan terapi yang tepat," kata Ketua Inovasi Biosains Rapid Test GAD65 UB Prof Dr Aulanni’am di Malang, Jawa Timur, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Ditetapkan per Januari 2021 oleh Empat Menteri

Penyakit diabetes mellitus, katanya, merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang sering diikuti berbagai komplikasi yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia serta peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar di lingkungan keluarga dan negara.

Menurut dia, upaya pencegahan diabetes mellitus yang semakin naik prevalensinya menjadi hal yang harus diperhatikan. Deteksi dan penanganan terapi yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencegah penurunan kondisi seseorang akibat diabetes mellitus yang diderita.

Baca Juga: Dies Natalis ke-60, ITS Gelar Bussines Summit 2020

Biosains Rapid Test GAD65 merupakan salah satu produk hilirisasi kerja sama Universitas Brawijaya dan industri, yakni PT Bio Farma (Persero) yang kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Biosains rapid test GAD65 merupakan kit deteksi berbasis reverse-flow immunochromatography yang mendeteksi keberadaan autoantibodi terhadap GAD65 yang menandai kerusakan sel beta-pankreas, sebagai penanda kondisi DM Tipe 1 dan Latent Autoimmune Diabetes on Adult (LADA).

Penyiapan dan produksi kit ini, kata dia, telah melewati serangkaian penelitian dan pengujian sesuai dengan konsensus dan regulasi yang ditetapkan Wolrd Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, sehingga telah memiliki Izin Edar Alat Kesehatan.

Selain itu, produksi kit ini telah memenuhi persyaratan Sertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI.

Baca Juga: Kapasitas Belajar Tatap Muka hanya 50% dari Jumlah Siswa

Kit Deteksi ini buatan Universitas Brawijaya ini juga sudah diperkenalkan secara luas pada berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar negeri, diantaranya di Spanyol, Taiwan, Jepang, Arab Saudi, Jordania, Madagascar, Filipina, dan Malaysia, dimana pada sebagian kegiatan tersebut juga dilakukan pengujian kit deteksi ini bagi warga setempat.

Bentuk kit ini yang sederhana menjadikan cara pemakaian juga sederhana, mirip alat tes kehamilan.

Dokter cukup memasukkan satu tetes darah pasiennya ke dalam kertas, kemudian kertas itu diberi tetesan cairan buffer dan tetesan cairan khusus dan hasil diagnosa berupa positif dan negatif diabetes pun akan muncul. (Antara)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini