Ada Ruang Pelayanan Pasien Gigi Bertekanan Negatif Saat Pandemi, Apa Itu?

Vitrianda Hilba Siregar, · Senin 23 November 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 65 2314297 ada-ruang-pelayanan-pasien-gigi-bertekanan-negatif-saat-pandemi-apa-itu-t9sL1EA5AH.jpg Ruang perawatan pasien gigi dan mulut. (Foto:Okezone)

JAKARTA- Pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan dalam pola pelayanan kesehatan terutama gigi dan mulut.

Ruang praktik dokter gigi adalah tempat yang sangat berisiko untuk penularan Covid-19 karena tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi saat merawat pasien, banyak menghasilkan aerosol yang dapat saja membawa virus penyebab Covid-19 dan berpotensi menyebar di dalam ruang praktik.

Baca Juga: Tuntunan Memilih Sahabat yang Baik Menurut Islam, Tidak Suka Bergosip Salah Satunya!

Nah, untuk itu Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi (RSGM-P FKG) Universitas Trisakti membangun ruangan tindakan bertekanan negatif.

Dengan fasilitas ini, aerosol yang terbentuk pada saat tindakan pelayanan gigi akan diserap dan berganti dengan udara bersih sehingga risiko penyebaran virus Covid-19 dapat diminimalisir.

Tak hanya itu, udara dari ruangan bertekanan negatif juga akan disaring dengan Hepafilter berulang kali, sehingga udara yang dikeluarkan juga sudah sangat aman dan tidak akan menyebar dan mencemarkan lingkungan luar gedung.

Baca Juga: 10 Hak Persaudaraan Umat Muslim, Nomor 3 Jangan Disepelekan

“Seperti kita ketahui, tingkat penularan COVID-19 begitu tinggi di tempat tertentu. Tapi kalau di ruangan bertekanan negatif, semuanya sudah terkendali. Dan tekanan udara lebih rendah, sehingga virus pun tidak masuk dari luar ke dalam,” terang Rektor Universitas Trisakti, Prof. dr Ali Gufron Mukti, Msc, Phd dalam keterangannya yang diterima Senin (23/11/2020).

Dia melanjutkan, untuk penggunaan ruangan negatif seperti ini di Indonesia masih sangat jarang ditemukan.

Di RSGM-P FKG Usakti, sebanyak 27 ruangan bertekanan negatif dibangun, yang rinciannya ruangan terdiri atas 18 ruangan di Klinik Integrasi untuk pendidikan profesi dokter gigi, tujuh ruangan berada di klinik PPDGS (Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis) untuk pendidikan dokter gigi spesialis konservasi gigi, serta dua ruangan di Klinik Eksekutif untuk pelayanan spesialistik gigi dan mulut.

"Pembangunan ruangan negatif di RSGM-P Universitas Trisakti  ini dibantu PT Alsun Suksesindo yang saat ini terus berjuang bersama pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19, melalui sektor konstruksi yang telah mereka tekuni sejak berdiri tahun 1988 silam,"kata dia.

Baca Juga: Mendikbud Nadiem Pastikan Perguruan Tinggi Diizinkan Tatap Muka Januari 2021

Sejak masa pandemi Covid-19, PT Alsun Suksesindo terus melakukan inovasi pada instrument baja ringan yang mereka produksi sehingga bisa bermanfaat untuk membantu mencegah penyebaran virus berbahaya ini.

"Kami mengerjakan negatif room di FKG Usakti ini juga di RS Pulau Galang. Lalu di UGM Yogya, di RS Adam Malik Medan. Dan untuk di Jakarta, di Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut ini adalah yang pertama kali kami dirikan," kata Nicolas Kesuma selaku Marketing Director PT Alsun Suksesindo.

Dibangun dengan standar ruang isolasi tipe N Rumah Sakit, ruangan bertekanan negatif di RSGM-P FKG ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruangan donning dan doffing.

Tak hanya itu, ada juga ruang ante di mana tekanan udara dalam ruangan negatif dirancang lebih rendah dari tekanan udara di luar ruang.

Dengan desain tersebut, aerosol yang terbentuk dari prosedur perawatan akan ditarik keluar dari dalam ruang isolasi melewati serangkaian filtrasi dan terakhir disaring dengan hepafilter sehingga udara yang keluar aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini