Limbah Nasi Ternyata Bisa Dibuat Formula Hand Sanitizer

Vitrianda Hilba Siregar, · Senin 23 November 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 65 2314337 limbah-nasi-ternyata-bisa-dibuat-formula-hand-sanitizer-MKd6k8UELV.jpg Mahasiswa Universitas Airlangga berhasil membuat hand sanitizer dari limbah nasi (Foto: Particlenews) )

SURABAYA - Lima Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menciptakan formula hand sanitizer alami berbahan dasar limbah nasi.

Lima mahasiswa yang berasal dari Prodi D3 Teknologi Laboratorium Medis ini terdiri atas Yasmin Auliya Hylmi, Annisa Maulidya, Ajeng Dilla Lestari, Hilda Rachmania Panglipurning dan Silvia Eka Kurniawati.

“Kami berhasil menciptakan formula bioetanol dari nasi basi dengan penambahan ekstrak daun kemangi yang berpotensi sebagai inovasi hand sanitizer alami,” kata Yasmin Auliya Hylmi, Ketua Tim Mahasiswa, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Ditetapkan per Januari 2021 oleh Empat Menteri

Ia melanjutkan, kandungan formula bioetanol dari nasi basi dengan penambahan ekstrak daun kemangi itu efektif membunuh berbagai mikroba. Seperti bakteri dan jamur termasuk coronaviruses.

Selain itu, katanya, formula buatan mahasisa Universitas Airlangga tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, tidak mengandung metanol. Sehingga tidak menimbulkan efek toksisitas. Selanjutnya, bahan dasar yang digunakan alami. Formula tersebut juga murah. Pasalnya, hand sanitizer ini berbahan dasar limbah. Meskipun dari limbah, formula tersebut efisien digunakan.

Baca Juga: Ada Ruang Pelayanan Pasien Gigi Bertekanan Negatif Saat Pandemi, Apa Itu?

Selanjutnya, kandungan itu tidak hanya berperan sebagai antibakteri, tetapi juga sebagai anti virus dan anti fungi.

“Kami menggunakan metode destilasi bertingkat serta peragian untuk mendapatkan kadar bioetanol dari limbah nasi. Takarannya sesuai dengan kadar efektif hand sanitizer, yakni sekitar 60 hingga 80 persen,” jelasnya.

Sementara itu, ekstraksi daun kemangi dilakukan menggunakan metode maserasi. Pelarut dengan tingkat kepolaran tertentu digunakan agar mendapatkan ekstrak yang diharapkan. Finalisasi uji fitokimia juga telah dilakukan.

Baca Juga: Mendikbud Ingatkan Vokasi Harus Bisa Menjadi Solusi

Yasmin menambahkan, ide memanfaatkan limbah nasi itu muncul lantaran tidak sedikit nasi yang terbuang secara cuma-cuma dari warung makan. Selain itu, fasilitas cuci tangan di era pandemi masih minim.

“Kami mencoba menggabungkan beberapa masalah tersebut untuk mendapatkan satu solusi yang kami harap efektif sebagai penyelesaian,” ujar mahasiswa Universitas Arilangga ini .

Gagasan yang tercipta itu diikutsertakan dalam Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2020. Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, Yasmin dan timnya berhasil membawa pulang Juara LKTI Sub Kategori Saintek Inovasi Bioekonomi. (Aan Haryono)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini