Cara Supaya Jurnal Ilmiah Bisa Langsung Lolos

Vitrianda Hilba Siregar, · Senin 23 November 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 65 2314469 cara-supaya-jurnal-ilmiah-bisa-langsung-lolos-YYJQ26OdS8.jpg Mendapat pengakuan jurnal ilmiah bukanlah perkara yang mudah. (Foto: Shutterstock)

BANDUNG - Mendapat pengakuan atas jurnal ilmiah, bukanlah perkara mudah. Perlu trik dan kecakapan agar jurnal tersebut bisa lolos.

Sementara publikasi jurnal ilmiah menjadi acuan bagi mahasiswa dalam menunjukkan eksistensinya pada bidang penelitian.

Baca Juga: Limbah Nasi Ternyata Bisa Dibuat Formula Hand Sanitizer

Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Wahyudin Darmalaksana menyatakan, saat ini kampus telah bergeser dari kampus pengajaran ke kampus penelitian.

Sehingga, sejatinya akademisi telah terbiasa mengakses informasi dari himpunan bigdata. Tugas akademisi adalah mengelola informasi yang serba tidak beraturan menjadi pengetahuan sistematis.

Dia mengatakan, logika menjadi subjek utama yang harus dilakukan penguatan di lingkungan mahasiswa.

Baca Juga: Mendikbud Ingatkan Vokasi Harus Bisa Menjadi Solusi

Sementara mengelola informasi big data yang terserak menjadi pengetahuan sistematis dibutuhkan logika. Adapun hal teknisnya ialah keterampilan dalam penggunaan aplikasi references.

"Mahasiswa perlu dilatih penerapan aplikasi references menurut ketentuan standar internasional untuk penulisan akademik,” kata Wahyudin pada “Latihan Menulis Artikel Ilmiah” Ospek Mahasiswa Baru Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Bandung, Senin (23/11/2020).

Menurut dia, penulisan jurnal ilmiah tidak boleh terlepas dari template atau selingkung jurnal. Di dalam template telah diatur struktur penulisan artikel sejak introduction, method, result and discussion, dan conclusion. Jika tidak mengikuti template maka bukan artikel ilmiah namanya.

Baca Juga: Unbraw Kembangkan Rapid Test Kit Pendeteksi Diabetes Millitus

Selain itu, kerapian tulisan dalam artikel ilmiah sangat dinomorsatukan juga similarity maksimal 20%. Template, kerapian tulisan, dan similarity menjadi alat interogasi apakah sebuah artikel diterima ataukah ditolak oleh editorial jurnal ilmiah.

Bagi mahasiswa, penulisan artikel ilmiah menjadi sarana latihan produksi statement. Artikel ilmiah mencakup kalimat dan paragraph sehingg tiap kalimat wajib mengutip dari sumber bereputasi.

"Statement atau pernyataan penulis terletak di antara kalimat-kalimat kutipan. Bukan statement namanya bila tidak original. Setiap statement harus original. Tegasnya penulisan artikel di lingkungan Mahasiswa tidak lain adalah latihan produksi statement,” ucapnya.

Wahyudin melanjutkan, jika jurnal ilmiah ditolak oleh editor jurnal dipastikan karena substansi tidak tepat dengan scope yang tersedia. Jenis artikel ada tiga yakni artikel konseptual hasil pemikiran, artikel eksperimen hasil observasi, dan artikel prototipe hasil desain.

Baca Juga: Dies Natalis ke-60, ITS Gelar Bussines Summit 2020

Untuk tembus disasaran jurnal tertentu dibutuhkan riset kolaborasi di antara akademisi lintas disiplin ilmu. Sehingga kata dia, mulailah latihan menulis untuk sasaran jurnal bidang keilmuan atau pemikiran spesifik.

Dia juga mengingatkan bawah latihan login and submission tidak bisa diabaikan, termasuk juga nskah artikel dikirim ke jurnal open access. (Arif Budianto)

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini