Kemendikbud Buka Kesempatan Guru Honorer Ikut Seleksi PPPK

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Selasa 24 November 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 1 2315341 kemendikbud-buka-kesempatan-guru-honorer-ikut-seleksi-pppk-nv6j96tUvl.jpg Foto: Dok Kemendikbud

JAKARTA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi resmi membuka proses seleksi guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) dengan skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) pada tahun 2021.Tahun ini guru yang akan diangkat menjadi setara PNS/ASN mencapai 1 juta orang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan bahwa orang yang lolos seleksi adalah yang akan diangkat menjadi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tenaga guru.

“Pembukaan seleksi untuk menjadi guru PPPK adalah wujud negara hadir menyediakan kesempatan yang adil untuk guru-guru honorer yang kompeten agar mereka mendapatkan penghasilan yang layak,” tutur Nadiem yang disiarkan di saluran YouTube Kemendikbud RI, Senin (23/11/2020).

Lebih lanjut, Nadiem mengungkapkan rencana seleksi ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta didik adalah melalui peningkatan ketersediaan guru ASN dengan melakukan seleksi guru PPPK.

Sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK. Adapun guru PPPK adalah guru bukan PNS yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas mengajar.

Kemendikbud melakukan perhitungan berdasarkan Dapodik bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri, di luar guru yang berstatus PNS yang saat ini mengajar, mencapai satu juta guru. Dilihat dari sudut pandang keberadaan guru, jumlah guru ASN yang tersedia di sekolah negeri hanya 60 persen dari jumlah kebutuhan seharusnya.

Sejak empat tahun terakhir, jumlah ini terus menurun sebanyak enam persen setiap tahunnya. Namun, penambahan jumlah guru ASN hanya sekitar dua persen setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan kurangnya pelayanan yang optimal kepada peserta didik.

Lima Terobosan Seleksi Guru PPPK 2021

Ada lima terobosan mekanisme seleksi guru PPPK pada tahun ini yang telah disiapkan oleh Pemerintah Pusat.

1. Jumlah formasi tahun ini capai 1 juta guru

Pertama, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan formasi terbatas, batasan jumlah guru PPPK kali ini mencapai satu juta guru.

“Tahun-tahun sebelumnya, banyak guru-guru honorer kita harus menunggu dan antre untuk membuktikan diri. Di tahun 2021, semua guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru bisa daftar dan mengikuti seleksi,” ujar Pendiri Gojek itu.

Ia menegaskan meskipun formasi tahun ini mencapai 1 juta guru, tidak kompromi soal kualitas pendidik dan hanya yang lulus seleksilah yang akan menjadi PPPK.

2. Guru honorer bisa ikut seleksi PPPK hingga 3 kali

Kedua, jika sebelumnya setiap pendaftar hanya diberikan kesempatan satu kali ujian seleksi per tahun, sekarang setiap pendaftar dapat mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali.

“Jika gagal pada kesempatan pertama, dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali lagi di tahun yang sama atau tahun berikutnya,” jelas Mendikbud.

3. Akan ada materi untuk belajar sebelum ujian

Sehubungan dengan persiapan ujian seleksi, Mendikbud menyampaikan terobosan ketiga. Sebelumnya, tidak ada materi persiapan bagi pendaftar. Kemendikbud ingin pastikan guru-guru hororer mendapat kesempatan yang adil, sehingga materi belajar daring dapat diperoleh semua peserta untuk membantu mempersiapkan diri buat ujian.

“Akan ada materi untuk guru honorer agar dapat mempersiapkan diri sebelum ujian. Standar ujian seleksi ini akan ditentukan dengan sangat matang untuk memastikan kualitas mutu pembelajaran anak-anak kita terus terjaga,” kata Mendikbud.

4. Anggaran untuk gaji guru PPPK

Keempat, jika dahulu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran gaji peserta yang lulus seleksi, mulai tahun 2021 pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah telah mempersiapkan anggaran untuk gaji guru PPPK dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Anggaran tersebut dari APBN dan akan dilakukan dengan mekanisme transfer umum ke APBD,” terang Menkeu.

5. Kemendikbud biayai anggaran penyelenggaranan ujian

Kelima, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana biaya penyelenggaraan ujian ditanggung pemerintah daerah, kini biaya tersebut akan ditanggung oleh Kemendikbud.

 CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini