Peneliti AS Luncurkan Proyek Budidaya Daging Manusia untuk Dimakan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 24 November 2020 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 18 2315460 peneliti-as-luncurkan-proyek-budidaya-daging-manusia-untuk-dimakan-fgBYXh2HvI.jpg Foto: Twitter/@ourochef.

SEBUAH tim ilmuwan di Amerika Serikat (AS) telah mengembangkan perangkat makanan buatan sendiri yang memungkinkan konsumen menumbuhkan daging yang dapat dimakan dari sel manusia.

"Diri Anda yang dibudidayakan. Makanan yang dibudidayakan secara berkelanjutan, etis, dan berdasarkan persetujuan," demikian deskripsi di akun Instagram inovasi bermerek “Ouroboros” itu. Disertakan juga beberapa foto-foto yang menunjukkan sampel dari daging manusia hasil sintesis perangkat tersebut.

BACA JUGA: Kisah Mengerikan Duo Rusia Makan 30 Orang & Memproduksi Daging Manusia Dalam Kaleng 

Menurut Ourochef Inc, perusahaan yang berada di balik “Ouroboros”, mereka akan menyediakan "semua yang Anda butuhkan untuk membuat makanan yang dibudidayakan di rumah dari sel Anda sendiri", termasuk nutrisi untuk menumbuhkan sel yang sehat, perancah untuk membuat tekstur yang lezat, dan semua perlengkapan dapur yang dibutuhkan, peralatan dan peranti yang mungkin dibutuhkan seseorang untuk menghasilkan makanan dari diri mereka sendiri.

Grace Knight, desainer industri dan salah seorang pendiri “Ouroboros” mengatakan bahwa secara teknis, proses membudidayakan daging manusia untuk dimakan tidak dapat dianggap sebagai bentuk kanibalisme.

BACA JUGA: Jual Daging Manusia, Restoran Ini Gemparkan Nigeria

"Darah manusia yang kadaluwarsa adalah bahan limbah dalam sistem medis dan lebih murah dan lebih berkelanjutan daripada FBS, tetapi secara budaya kurang diterima. Orang berpikir bahwa makan sendiri adalah kanibalisme, yang secara teknis bukan itu," kata Knight kepada majalah DeZeen.

FBS (fetal bovine serum) adalah suplemen pertumbuhan untuk kultur sel hewan. Supplemen ini dibuat dari darah atau janin sapi setelah induk mereka dijagal di industri daging atau susu.

Menurut tim pengembangan, proyek ini pada dasarnya ditujukan untuk memancing pemikiran, bukan promosi "makan diri sendiri".

"Kami tidak mempromosikan 'makan diri sendiri' sebagai solusi realistis yang akan memperbaiki kebutuhan protein manusia. Kami lebih mengajukan pertanyaan: pengorbanan apa yang perlu kami lakukan agar dapat terus mengonsumsi daging dengan kecepatan seperti kami? Di masa depan, siapa yang mampu membeli daging hewani dan siapa yang tidak memiliki pilihan lain selain membudidayakan daging dari diri mereka sendiri?,” kata Peneliti Orkan Telhan.

Proyek budidaya daging manusia ini dinamai menurut makhluk mitos kuno, Ouroboros, seekor ular yang memakan ekornya sendiri, mewakili siklus abadi kematian dan kelahiran kembali. Karena kebanyakan manusia tidak memiliki ekor, sel untuk steak akan diambil dari bagian dalam pipi seseorang dan kemudian diberikan serum yang berasal dari darah kadaluarsa yang disumbangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini