Trio Sekawan dari UI Kembangkan Aplikasi KRL untuk Penyandang Tuli

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 24 November 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 65 2315098 trio-sekawan-dari-ui-kembangkan-aplikasi-krl-untuk-penyandang-tuli-OPBsFtklpi.jpg Ilustrasi kereta rel listrik atau commuter line. (Foto: Dok UI)

JAKARTA-   Pernah naik commuter line atau kerete rel listrik. Sekaranga ada ada aplikasi yang sangat bermanfaat digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan saat menggunakan KRL Commuter Line.

 Adalah Aplikasi Muter (Teman Tuli, Teman Dengar) yang mampu membantu mengatasi permasalahan Teman Tuli saat menggunakan commuter line.

Baca Juga: Cara Supaya Jurnal Ilmiah Bisa Langsung Lolos

Aplikasi ini dirancang dan dikembangkan oleh tiga mahasiswa Universitas Indonesia yakni Ajeng Riski Anugrah (Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI)); Grace Elizabeth Kristiani (FIA UI); dan Nandhika Prayoga Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI).

Ketiga mahasiswa UI ini telah menyiapkan prototipe Muter untuk diajukan ke dalam ajang “Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2020” yang akan berlangsung pada 24-29 November 2020.

Baca Juga: Viral! Manager Lulusan S2 dan Sudah Haji Resign Jadi Tukang Balon Keliling

Rancangan Muter didasari atas kendala yang dialami Teman Tuli saat harus menggunakan KRL Commuter Line. “Seringkali pengumuman terkait layanan KRL, seperti pemberitahuan stasiun, transit, hingga perubahan rute kerap menyulitkan Teman Tuli. Tidak jarang membuat Teman Tuli melewatkan stasiun tujuannya,” ujar Ajeng Riski, Ketua Tim Rancangan Aplikasi Muter, Selasa (24/11/2020).

Menurut Ajeng, aplikasi Muter akan tersedia di ponsel pintar pengguna, sehingga dapat membantu mobilitas Teman Tuli, dan menikmati pelayanan KRL Commuter Line Jabodetabek secara inklusif.

Aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan fitur notifikasi getar untuk mengingatkan Teman Tuli ketika mereka sudah mendekati stasiun yang dituju.

“Teman Tuli juga kerap mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan Teman Dengar ketika menghadapi masalah saat menggunakan KRL, mengingat tidak banyak Teman Dengar yang mampu berbahasa isyarat," katanya melalui siaran pers, Selasa (24/11/2020).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, mereka juga merancang fitur Bahasa Isyarat Indonesia atau Bisindo, yang dikemas dalam bentuk gambar beranimasi dan video. Dengan demikian akan memudahkan komunikasi antara Teman Tuli dengan Teman Dengar.

Baca Juga: Halo Mahasiswa, Sudah Siap Kembali Kuliah Tatap Muka Mulai 2021?

Grace menambahkan, untuk menyiapkan konten gambar dan video yang ada pada fitur Bisindo di aplikasi Muter, Tim Mahasiswa UI bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia.

“Untuk memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi, kami juga menyediakan fitur group chat dan berita terintegrasi. Dengan demikian, Teman Tuli akan memperoleh informasi cepat dan terkini dari pengguna commuter line lainnya. Kami juga memberikan kemudahan dalam menggunakan aplikasi. Para pengguna tidak perlu membuat akun saat menggunakan layanan aplikasi ini,” kata Nandhika.

Ketiga mahasiswa UI tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UI. Mereka berharap ide sederhana tersebut memiliki potensi dan manfaat besar yang dapat dirasakan oleh pengguna aplikasi, khususnya Teman Tuli. (Uck) 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini