Nadiem: Hampir Satu Generasi di Dunia Terganggu Pendidikan

Christy Alma, Okezone · Rabu 25 November 2020 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 65 2315729 nadiem-hampir-satu-generasi-di-dunia-terganggu-pendidikan-ZJX5xaiRln.jpg Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. (Foto:Okezone)

JAKARTA – Upacara Hari Guru Nasional 2020 dilangsungkan secara virtual dan disiarkan di akun youtube resmi Kemendikbud pada Rabu, 25 November 2020 pagi.

Upacara diselenggarakan secara tatap muka dengan tamu yang sangat terbatas serta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Menteri Nadiem Ajak Anak Muda Ikuti Jejak Bung Karno Jadi "Kutu Buku"

Selain itu, instansi pusat, instansi daerah, satuan pendidikan, dan kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berada dalam wilayah zona hijau dan zona kuning diizinkan untuk melakukan upacara secara tatap muka dengan syarat selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Pada kesempatan itu Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, situasi pandemi Covid-19 membuat sistem pendidikan dimana saja, di seluruh dunia, terkena dampak langsung.

"Sekolah-sekolah pun sementara harus ditutup. Data UNESCO mencatat lebih dari 90% atan di atas 1,3 miliar populasi siswa global harus belajar dari rumah. Hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikannya," kata dia.

Baca Juga: ITS Buktikan Jawara Otak-Atik Robot Indonesia

Akibat pandemi pula, jutaan guru dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Hal ini dilakukan agar bisa menjaga diri dari potensi terkena virus sekaligus memutus rantai penularan.

"Sebagai manusia biasa, situasi sulit ini kadang kala membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak berdaya. Ada pilihan untuk menyerah, ada opsi untuk mengeluh. Namun, kita memilih terus bangkit dan berjuang," ucapnya.

Hal itu masih dapat berlanjut karena keyakinan kuat dapat mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid-murid.

Baca Juga: Kuliah Tatap Muka Dimulai 2021, Bagaimana Kampus Menyikapinya?

Nadeim juga menyinggung peran orang tua begitu aktif terlibat mendampingi anaknya saat belajar dari rumah.

"Ayah dan ibu bahu-membahu memberikan motivasi, menemani belajar, bahkan turut pula menjadi guru bagi anak-anaknya,"sebutnya.

Dia juga berharap seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

Saya juga mengajak semua pihak melanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk. Pandemi telah memberikanmomentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM-SDM Unggul untuk Indonesia maju. (Uck) 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini