Pendidikan Vokasi Itu Berdaya Saing dan Asyik

Vitrianda Hilba Siregar, · Rabu 25 November 2020 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 65 2316170 pendidikan-vokasi-itu-berdaya-saing-dan-asyik-gEWxYzJgcV.jpg Diskusi online seputar pendidikan vokasi digelar Vokasinesia. (Foto: Vokasinesia)

JAKARTA- Modal utama pembangunan adalah sumber daya manusia (SDM) yang berkualifikasi dan berkompetensi mumpuni.

Peningkatan kualitas SDM sendiri dapat dicapai melalui proses pendidikan yang tepat. Salah satunya adalah pola pendidikan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja (Iduka).

Baca Juga: KRI Jadi Wadah Adu Tangkas dan Inovasi Mahasiswa Bidang Teknologi

Dalam konteks inilah Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) memiliki peranan penting menghasilkan lulusan berkualitas.

Selain itu, PTV juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan SDM yang adaptif dan mampu bertahan dalam persaingan di Iduka masa depan.

Baca Juga: Penuhi Janji, Nadif Pilih Wisuda Online di Depan Makam Ayah

Sayang respons publik terhadap pendidikan vokasi belum seperti diharapkan. Sementara Pada UU Nomor 12/2012 sudah disebutkan pendidikan vokasi adalah program studi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu.

Masalah terungkap saat diskusi ringan Vokasinesia hadir menggelar Vokatalks yang digelar pada Rabu (25/11/2020) dan disiarkan dari kanal resmi Vokasinesia.

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras Dudi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Saufi selaku narasumber mengatakan, munculnya stigma akan pendidikan vokasi selama ini disebabkan lantaran pemahaman masyarakat terkait keunggulan kuliah di politeknik atau sekolah vokasi masih minim.

Baca Juga: Ambar Susanti, Sosok Guru Honorer: Honor Minim Bukan Alasan Padam Semangat Mengajar

Padahal, saat ini pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul fokus pada penguatan pendidikan vokasi. Pihaknya, ucap Saufi, menjadi katalisator bagi terjalinnya link and match dengan industri.

“Memilih pendidikan vokasi itu banyak keuntungannya. Kita akan dilatih beradaptasi dengan kultur industri dan dunia kerja. Sehingga ketika lulus, langsung siap kerja. Keuntungan lainnya, lulusan vokasi dibekali dengan sertifikat kompetensi yang akan menjadi modal ketika memasuki dunia kerja,” tutur Saufi.

Dengan begitu, Saufi menegaskan para orang tua tidak perlu ragu untuk menyekolahkan anaknya di jalur pendidikan vokasi. Jika tujuannya untuk cepat bekerja, pendidikan vokasi menjadi pilihan terbaik.

Manfaat kuliah di pendidikan vokasi turut dirasakan oleh Dewa Made Juli Wiradnyana. Alumnus Politeknik Negeri Bali (PNB) mengatakan, sedari kuliah dia telah dibiasakan untuk disiplin.

Hal ini karena jadwal kuliah di politeknik yang padat, dari mulai pelajaran terori kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pratik.

“Pengalaman saya kuliah di Politeknik, sistemnya enam hari masuk, satu hari libur. Kuliah satu hari bisa delapan jam, sama dengan jam kerja. Dari sini kedisiplinan sudah mulai ditempa. Kebiasaan ini sangat berguna di dunia kerja, terutama di bidang hospitality yang saat ini saya geluti,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini