Curahan Hati Istri Terduga Teroris yang Ditangkap di Klaten

Bramantyo, Okezone · Kamis 26 November 2020 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 512 2316949 curahan-hati-istri-terduga-teroris-yang-ditangkap-di-klaten-Hj4DbBci54.jpg Istri terduga teroris yang ditangkap di Klaten. (Foto : Okezone/Bramantyo)

SUKOHARJO – Pascapenangkapan warga Nguter RT 01/04 Kelurahan Nguter, Kecamatan Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror, kediaman Siswanto terlihat sepi.

Kedatangan Okezone ke rumah Siswanto, disambut kedua anaknya dari balik pintu samping rumah. Tak lama kemudian, dari dalam rumah keluarlah seorang perempuan yang ternyata istri Siswanto.

Awalnya, istri Siswanto, Sumarti terlihat cukup hati-hati menerima Okezone. Sebelum akhirnya, secara ekslusif, Sumarti bercerita banyak tentang suaminya pada Okezone.

"Saya tidak tahu apa masalahnya sampai suami saya ditangkap. Tapi memang benar, suami saya dituduh (ketua tim Laznah) seperti itu," papar Sumarti mengawali pembicaraan, Kamis (26/11/2020).

Menurut Sumarti, suaminya itu tidak pernah ikut dalam organisasi apapun. Sehari-hari, suaminya itu hanyalah berdagang.

Kalaupun aktif di keagamaan, paling suaminya itu, ungkap Sumarti, hanya di lingkungan tempat tinggalnya. Suaminya aktif ikut pengajian di lingkungan masjid dan mengisi dakwah. Namun, diakui oleh Sumarti, selebihnya dirinya tidak tahu apa lagi aktivitas suaminya.

"Sehari-hari kerja sebagai pedagang. Aktif juga di pengajian, terkadang ngisi dakwah di sini. Kadang ngisi khotbah Jumat. Ya itu kegiatannya selebihnya saya enggak tahu," tuturnya.

Saat awal dirinya mendapatkan kabar suaminya ditangkap Densus, melalui surat yang diterimanya, Sumarti mengaku terkejut dan tak bisa berpikir apapun. Dirinya mengaku pasrah saja atas kejadian penangkapan suaminya.

"Ndak ada (keluhan), saya pasrah saja. Saya enggak tahu apa-apa," ungkapnya.

Masih teringat jelas pagi hari sebelum suaminya pergi ke Klaten, suaminya itu pamit untuk kulakan barang untuk berjualan. Tak tahunya, di Klaten itulah suaminya diamankan Densus.

"Suami saya hanya pedagang, ke Klaten cuma mau kulakan cari barang. Itu pun yang dilakukannya sebelum ditangkap Densus. Kalau sampai (ikut tim Laznah) seperti saat ini di luar sepengetahuan," ujarnya.

Kini harapan Sumarti hanya satu, yaitu bertemu suaminya. Apalagi anak-anak mereka yang masih kecil sangat dekat dengan sosok ayahnya.

Di mata keluarga, Siswanto sangat dekat dan sayang dengan anak-anaknya. Meski tak bisa berbuat apa-apa, pihak keluarga akan melakukan upaya hukum dengan meminta pendampingan dari kuasa hokum.

"Ini negara hukum, ya itu (pendampingan hukum) tetap kami upayakan, kami (minta bantuan LBH) usahakan lakukan," ujarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Okezone, Siswanto dibekuk Densus 88 karena diduga menjabat sebagai ketua tim Laznah yang berperan dalam penentuan Amir JI.

Baca Juga : Terduga Teroris Mantan Murid Dokter Azhari Ditangkap Densus 88

Siswanto diduga hadir dalam kegiatan pertemuan Laznah pada bulan Oktober 2019 di daerah Gunung Kidul dan merupakan kandidat calon amir JI yang baru. Selain memiliki satu orang istri, Siswanto memiliki sembilan anak.

Baca Juga : Densus 88 Tangkap Teroris Perakit Bom Hotel JW Marriott

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini