Pahlawan di Masa Pandemi: Guru dan Tenaga Kesehatan Paling Berjasa

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 26 November 2020 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 65 2316411 pahlawan-di-masa-pandemi-guru-dan-tenaga-kesehatan-paling-berjasa-5PUksOoqg2.jpg Guru mengajar sebelum masa pandemi Covid-19. (Foto:Okezone)

JAKARTA- Semua profesi terkena dampak pandemi Covid-10. Namun profesi guru dan tenaga kesehatan paling terkena dampak.

Maka wajar saja guru dan tenaga kesehatan adalah dua profesi yang patut disebut sebagai pahlawan di masa pandemi. Mereka berjuang pantang menyerah demi bangsa.

Baca Juga: Penuhi Janji, Nadif Pilih Wisuda Online di Depan Makam Ayah

Duta Besar LBPP RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur mengatakan, para guru dan tenaga kesehatan patut diberikan penghargaan setinggi-tingginya.

Guru dan tenaga kesehatan telah mempersembahkan pengabdian mereka untuk mendidik dan bekerja keras sesuai profesi masing-masing. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencerdaskan generasi muda, membangun dan menyehatkan masyarakat serta memajukan Indonesia.

Al Busyra Basnur mengatakan, guru dan tenaga kesehatan dan juga banyak profesi mulia lain pun berjuang tanpa pamrih untuk kemanusiaan. "Guru dan tenaga kesehatan adalah pahlawan ditengah pandemi Covid-19 ini," katanya melalui streaming Youtube The B Siblings.

Baca Juga: KRI Jadi Wadah Adu Tangkas dan Inovasi Mahasiswa Bidang Teknologi

Al Busyra Basnur menerangkan, meski pandemi Covid-19 menerpa dengan hebat namun proses belajar mengajar tidak boleh terhenti secara formal. Sebab jika berhenti, katanya, akan dapat mempengaruhi proses pencerdasan para generasi muda Indonesia.

"Pandemi tidak boleh membuat kita bangsa Indonesia menyerah kalah. Pemerintah bersama-sama masyarakat Indonesia terus berjuang untuk mengatasi pandemi covid 19 dengan sebaik-baiknya," ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Dia melanjutkan, tenaga kesehatan pun di masa pandemi ini menjadi garda terdepan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi keduanya sangat berat dan harus diakui bersama bahwa perjuangan guru dan tenaga kesehatan di saat pandemi ini tidaklah mudah.

"Setidaknya dengan memberikan perhatian ruang dan jalan bagi kelancaran tugas-tugas mereka karena tugas-tugas bangsa adalah tugas kita bersama, berat sama dipikul ringan sama di jinjing," katanya.

Baca Juga: Ambar Susanti, Sosok Guru Honorer: Honor Minim Bukan Alasan Padam Semangat Mengajar

Dia menuturkan, guru pun tidak hanya bekerja pada jam-jam tugas resmi di sekolah. Namun seringkali guru justru bekerja keras pada hari libur untuk menyiapkan materi pembelajaran untuk semester berikutnya. Perjuangan guru pun dapat terlihat ketika mereka datang ke sekolah lebih awal dan pulang paling akhir.

Guru, jelasnya, ketika ada murid yang memiliki persoalan dirumah termasuk persoalan dengan orangtua mereka maka guru pun tidak hanya bertindak sebagai pendidik. Namun juga sebagai orangtua yang baik disekolah maupun diluar jam kerja.

Meski demikian, katanya, guru juga sering disorot tajam apabila ada murid yang tidak mendapat nilai bagus atau gagal dalam belajar. "Padahal faktor lingkungan terutama pendidikan awal dirumah sangatlah menentukan," terangnya.

Mengenai tenaga kesehatan, Al Busyra Basnur menuturkan, tenaga kesehatan berada di barisan terdepan dalam upaya mengatasi krisis pandemi. Mereka bekerja dalam waktu yang sangat panjang dan tekanan psikologis yang tidak ringan.

Dia menjelaskan, WHO pun mengatakan resiko yang dihadapi petugas kesehatan di masa pandemi ini jauh lebih besar dibanding biasanya.

Dia mengatakan, tidak ada satupun negara atau rumah sakit di dunia yang mampu mengamankan pasien dengan baik apalagi jika tenaga kesehatan tidak dijaga dengan baik kesehatannya.(Uck) 

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini