Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Tewas Dibunuh, Begini Kronologinya

INews.id, · Sabtu 28 November 2020 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 18 2317743 ahli-nuklir-iran-mohsen-fakhrizadeh-tewas-dibunuh-begini-kronologinya-1LBGs6ZKWg.jpg Mohsen (kanan). (Foto: AFP)

TEHERAN - Mohsen Fakhrizadeh, Kepala Program Nuklir Iran tewas dibunuh. Mobil Mohsen dihujani peluru dan bom di dekat ibu kota Teheran.

Dilansir Times of Israel, Sabtu (28/11/2020), sejumlah pejabat tinggi Iran yakin Israel berada di balik pembunuhan Mohsen. Israel menolak berkomentar atas kejadian tersebut.

Pembunuhan tersebut terjadi di desa Absard di sebelah timur ibu kota Iran, tempat para elite Iran beristirahat. Ledakan awal berasal sebuah truk tua bermuatan bahan peledak yang disembunyikan di sekitar tumpukan kayu.

Saat sedan yang membawa Mohsen lewat, truk tersebut diledakkan. Mobil tersebut lalu berhenti. Setidaknya, lima pria bersenjata muncul dan memberondong mobil yang ditumpangi Mohsen. Sempat terjadi baku tembak antara pelaku dan pengawal Mohsen pada kejadian Jumat sore itu. 

Kelompok bersenjata tersebut membuat Mohsen luka parah sebelum melarikan diri. Tiga pengawalnya mati di tempat. Mohsen dievakuasi dengan helikopter untuk dibawa ke rumah sakit. Nahas, dokter dan petugas paramedis gagal menyelamatkannya. 

Baca juga: Diplomat Iran Diadili Terkait Rencana Serangan Bom di Prancis 

"Pada Jumat sore, elemen teroris bersenjata menyerang mobil yang membawa Mohsen Fakhrizadeh, Kepala Organisasi Riset dan Inovasi Departemen Pertahanan. Saat bentrokan antara pengawal dan teroris, Mohsen Fakhrizadeh cedera serius dan dibawa ke rumah sakit,” kata Departemen Pertahanan Iran. 

“Sayangnya, tim medis gagal menyelamatkannya, dan beberapa menit lalu, pria yang menjadi manajer dan ilmuwan ini, setelah bertahun-tahun berusaha dan berjuang, telah mencapai tingkatan martir tertinggi," lanjut pihak terkait. 

Kematian tersebut mendapat respons keras dari pejabat Iran. Panglima militer Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri berjanji akan memburu pelaku.

"Kami yakinkan bahwa kami tidak akan berhenti sampai kami berhasil mengejar dan menghukum mereka yang terlibat," katanya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini