Tak Punya Rekening Bank, Pemimpin Hong Kong Simpan Tumpukan Uang di Rumahnya

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 November 2020 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318693 tak-punya-rekening-bank-pemimpin-hong-kong-simpan-tumpukan-uang-di-rumahnya-fZ9qLisSU4.jpg Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam. (Foto: Reuters)

HONG KONG - Pimpinan Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan bahwa dia harus menyimpan “tumpukan uang tunai” di rumahnya karena tidak memiliki rekening bank. Hal itu diungkapkan Lam dalam sebuah wawancara televisi, mengatakan bahwa ini adalah dampak dari sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) terhadap dirinya.

Lam dan beberapa pejabat Hong Kong lainnya dijatuhi sanksi oleh AS sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan baru China untuk Hong Kong.

BACA JUGA: Pemimpin Eksekutif Sebut Amerika Serikat Terapkan Standar Ganda Dalam Demonstrasi Hong Kong

Pengungkapannya telah memicu spekulasi di media sosial tentang bagaimana pemerintah berhasil mengirimkan gaji besar untuk sang pemimpin ke rumahnya.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Jumat (27/11/2020) malam, Lam mengatakan bahwa bahwa dia "menggunakan uang tunai setiap hari untuk semua hal".

"Duduk di depan Anda adalah kepala eksekutif SAR (Wilayah Administratif Khusus) Hong Kong yang tidak memiliki layanan perbankan yang tersedia untuknya," katanya kepada saluran TV lokal berbahasa Inggris HKIBC.

"Saya punya banyak uang di rumah, pemerintah membayar saya tunai untuk gaji saya karena saya tidak punya rekening bank," tambahnya.

BACA JUGA: Presiden AS Terpilih Diminta Jangan Mencampuri Urusan Internal Hong Kong

Dia juga menambahkan bahwa "sangat terhormat" untuk "diberi sanksi yang tidak dapat dibenarkan" oleh pemerintah AS.

Lam dikatakan sebagai salah satu pemimpin dengan bayaran tertinggi di dunia. Dia dilaporkan mendapatkan gaji tahunan sebesar HK$5,2 juta (sekira Rp9,4 miliar).

Pada Juni, China memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di Hong Kong, yang menurut para kritikus mengancam kebebasannya dan merusak otonomi kota. Undang-undang ini juga mempermudah Beijing untuk menghukum pengunjuk rasa dan ada kekhawatiran hal itu dapat mengancam independensi peradilan.

Menanggapi undang-undang baru tersebut, Washington memutuskan untuk membekukan aset AS dari selusin pejabat Hong Kong dan menyita properti apa pun yang mungkin mereka miliki di AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini