6 Warga Ditetapkan Tersangka Makar Pasca-Kericuhan di Sorong

Chanry Andrew S, iNews · Senin 30 November 2020 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 340 2319146 6-warga-ditetapkan-tersangka-makar-pasca-kericuhan-di-sorong-S0zHaz2yNP.jpg Tersangka makar di Kota Sorong (foto: iNews/Chanry)

SORONG - Setelah merampungkan proses penyidikan dan gelar perkara, Jajaran Kepolisian Polres Sorong kota akhirnya menetapkan enam warga kota Sorong dalam kasus tindak pidana makar.

Penetapan tersangka ini disampaikan Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan didampingi Waka Polres Sorong Kota, Kompol Henky Kristianto dalam keterangan pers kepada wartawan di Mapolres Sorong Kota, Senin (30/11/2020).

Baca juga:

Demo Berujung Bentrok di Papua, Polisi Amankan 36 Orang

Aksi Jelang HUT OPM Bentrok, 4 Polisi dan 1 Wartawan Terluka   

TNI-Polri Gelar Patroli Besar Jelang HUT OPM

Dalam keterangan pers tersebut, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial, CD, DP, FS, JP, HN dan BF, keenam orang itu dijerat dengan pasal 16 KUHP Jo pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kami telah menetapkan 6 orang tersangka yaitu CD, DP (30), FS (51), JP (39), HN (56) dan BF (66) yang dijerat pasal 106 KUHP jo pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujar AKBP Ary Nyoto Setiawan.

Menurut Ary, dari hasil pemeriksaan, terungkap peran masing-masing tersangka diantaranya ikut serta dalam aksi dengan membawa megaphone, spanduk, selebaran dan bendera bercorak bintang kejora.

Dimana sebelumnya pada hari Jumat 27 November 2020, sekira pukul 09.00 WIT, aparat kepolisian melakukan patroli dan pengamanan sebelumnya, pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa akan ada pelaksanaan ulang tahun kemerdekaan West Papua New Guinea.

“Saat di depan Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan mall Ramayana. Kami mendapati kelompok orang yang melakukan aksi membentangkan beberapa bendera yang bercorak bintang kejora, pamflet dan selebaran. Kami himbau (masyakarat untuk tidak membentangkan bendera tersebut) tetapi ditolak. Kemudian kami amankan sejumlah orang ke Mapolres untuk dimintai keterangan terkait aksi tersebut,” terang AKBP Ary Nyoto Setiawan.

Setelah itu, lanjut AKBP Ary, diketahui bahwa mereka bakal melakukan aksi longmarch dari depan Yohan sampai kantor Wali Kota. Namun dihadang oleh pihak Kepolisian hingga terjadi aksi pelemparan oleh massa aksi.

Dalam penyelidikan awal dari selebaran yang didapatkan bahwa diketahui kelompok massa ini mengatasnamakan Republik West Papua New Guinea (RWPNG) dengan Presidennya bernama Maikel F Karet, dimana negara ini di deklarasikan di Belgia dan suratnya dikeluarkan di Belanda.

Dari aksi tersebut Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengejar aktor intelektual aksi tersebut.

“Bila unsur memenuhi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya dan kami masih akan melakukan pengembangan untuk mengejar aktor intelektual,” imbuh Wakapolres.

Dalam aksi unjuk rasa Jumat lalu, terdapat 6 korban luka-luka yaitu 3 personil brimob, 2 personil Polres dan 1 orang wartawati dari Antara bernama Olha Mulalinda. Seluruh korban tersebut diserang oleh massa pendemo dengan menggunakan batu, kayu dan juga katapel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini