ITS Kembangkan Virtual Museum Tourism, Apa Itu?

Aan Haryono (Koran Sindo), Koran SI · Senin 30 November 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 65 2318813 its-kembangkan-virtual-museum-tourism-apa-itu-YrdKwVqFbl.jpg ITS memulai mengembangkan wisata museum secara virtual. (Foto: ITS)

SURABAYA - ITS Surabaya saat ini mengembangkan wisata virtual tourism untuk kawasan bersejarah.

Hal ini direalisasikan sebagai program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat (Abmas) melalui Pusat Studi Pengembangan Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS.

Karina Pradinie Tucunan ST M Eng, salah satu tim dosen dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS menuturkan, konsep dari Virtual Museum ini adalah menyediakan wahana wisata berbasis peninggalan bersejarah di kawasan bersejarah.

Baca Juga: UGM Jawara PIMNAS 3 Kali Berturut-Turut

“Kontennya sementara ini kami sediakan dulu animasi kreatif cerita-cerita bersejarah pada beberapa objek wisata yang ada dengan mengoptimalisasikan experience user menggunakan Virtual Reality (VR) box,” katanya, Senin (30/11/2020).

Menariknya, lanjutnya, dari Virtual Museum ini menyediakan VR dan Augmented Reality (AR) untuk benda-benda bersejarah. Seperti artefak manuskrip hingga gambaran tiga dimensi benda bersejarah.

Baca Juga: Ini 10 SMA Terbaik Se-Indonesia 2020 Versi LTMPT

“Dengan adanya inovasi ini, kami berharap dapat merekatkan kembali antara masyarakat dengan sejarahnya, selanjutnya bisa mempreservasi dan mengembangkan dengan cara yang baik,” ucapnya.

Karina menambahkan, sejauh ini pengembangan Virtual Museum ini sudah mulai diimplementasikan di Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan bersejarah. Kegiatan ini pun telah melalui serah terima dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan bersejarah, beberapa waktu lalu.

“Sejauh ini sudah sampai tahap akhir, setelah November ini melaksanakan serah terima akan dilanjut peluncuran dan uji coba sebelum dikomersialisasi pada Desember,” ungkapnya.

Baca Juga: 517 Wisudawan Poltek APP Jakarta Siap Bangkitkan Industri Nasional

Lebih lanjut, Karina menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Gresik didasari karena memiliki outstanding value dalam konteks pengembangan kabupaten bandar sekaligus agama Islam. “Selain itu, tersedia stakeholder yang luar biasa dalam mengapresiasi kabupatennya sebagai kabupaten pusaka,” ujarnya.

Karina menjelaskan bahwa Virtual Museum ini nantinya memberikan potensi bagi pengembangan Kabupaten Gresik, yang meliputi potensi wisata lokal hingga regional. (Uck)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini