Polda Jabar Ungkap Penjualan Senpi Rakitan Via Online, 3 Senjata Disita

Mujib Prayitno, iNews · Selasa 01 Desember 2020 22:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 525 2319848 polda-jabar-ungkap-penjualan-senpi-rakitan-via-online-3-senjata-disita-U5EIOi4Spd.jpg Polda Jabar rilis pengungkapan penjualan senpi rakitan ilegal via online. (Foto : iNews/Mujib Prayitno)

BANDUNG – Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar mengungkap kasus penjualan senjata api rakitan ilegal yang dijual secara online. Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang tersangka. Selain itu, polisi menyita barang bukti berupa tiga pucuk senjata api rakitan yang belum terjual serta puluhan butir amunisi dan peralatan untuk membuat senjata.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari patroli tim Siber Ditreskrimsus yang menemukan penjualan air softgun di situs aplikasi penjualan.

“Awalnya senjata tersebut merupakan air sotfgun kemudian dimodifikasi atau dikonversi oleh tersangka (DA/25) sehingga dari air softgun jadi senjata api (senpi),” katanya saat rilis kasus tersebut di Polda Jabar, Selasa (1/12/2020).

Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jabar akhirnya menangkap tersangka berinisial DA di rumahnya kawasan Kabupaten Tasikmalaya.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, penjualan senjata api ilegal telah dilakukan oleh tersangka selama dua tahun terakhir. “Yang bersangkutan sudah melaksanakan kegiatan ini kurang lebih 2 tahun,” tuturnya.

Erdi menjelaskan modus yang dilakulan tersangka, yakni dengan melakukan membeli terlebih dahulu senjata air softgun secara online. Tersangka kemudian mengonversi air softgun tersebut menjadi senpi. Tersangka kemudian menjualnya secara online.

Keahlian mengubah senjata api diperoleh tersangka secara autodidak. Senpi dijual antara Rp5-8 juta per pucuknya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti lima pucuk senjata api rakitan, puluhan butir peluru tajam serta peralatan untuk membuat senjata api.

Baca Juga : Simpan Senpi Rakitan Tanpa Izin, Pria Paruh Baya Ditangkap

Tersangka akan dijerat Pasal 9 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahu n 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan UU Darurat Nomor 13 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini