Masuk UGM Bukan Sekadar Kuliah, Pelajari Juga Karakter Warga Yogyakarta

Christy Alma, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 65 2319377 masuk-ugm-bukan-sekadar-kuliah-pelajari-juga-karakter-warga-yogyakarta-dOwxVB2Pk5.jpg Kampus UGM Yogyakarta. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM). Siapa yang tak ingin masuk ke kampus mentereng tersebut.

Tapi jika ingin menjadi mahasiswa UGM perlu perjuangan dan niat yang super keras. Namun  jangan khawatir Wakil Rektor UGM Prof. Djagal Wiseso Marseno memberikan tips ciamik untuk tembus masuk UGM.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Vokasi Indonesai Dituntut Punya Lulusan Berdaya Saing Internasional

Prof. Djagal Wiseso Marseno menjelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk masuk ke UGM.

Untuk dapat masuk ke UGM, kata dia, dapat melalui jalur akademik maupun jalur non-akademik yang dalam artian harus berprestasi. “Misalnya penelusuran bibit unggul berprestasi dalam bidang seni tertentu atau olahraga tertentu itu ada. Istilahnya PBUB,” ujarnya di Channel Youtube resmi UGM secara langsung pada Selasa, 1 Desember 2020.

Baca Juga: Hati-Hati Bermedia Sosial Sekarang Sudah Ada Artificial Intelligence Buatan UI

Djagal mengharapkan para calon mahasiswa yang berencana melanjutkan pendidikan di UGM memiliki kemampuan akademik yang baik melalui tes yang diselenggarakan oleh seleksi bersama oleh perguruan tinggi seluruh Indonesia.

“Belajar adalah satu-satunya yang harus dilakukan. Karena enggak ada yang bisa menolong selain diri sendiri untuk menyiapkan masuk ke perguruan tinggi. Motivasi yang tinggi, motivasi yang kuat. Atau memang kalau kamu masuk kampus juga bisa otodidak tadi ya, belajar sendiri dari Youtube tutorial dan sebagainya lalu bisa lahir sebagai seorang professional. Itu bisa,” tambah Djagal.

Dia juga mengingatkan masuk UGM bukan hanya sekadar kuliah. Tetapi juga mempelajari karakter orang Yogyakarta.

“Di UGM banyak belajar, karena di Jogja tidak hanya mempelajari ilmu, tetapi juga budaya, mempelajari kehidupan sosial, karakter masyarakat UGM, masyarakat Yogja,” tutur Djagal. (Uck)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini