Ada Gareng dan Petruk di Game Punakawan Z Buatan Anak Bangsa

Vitrianda Hilba Siregar, · Selasa 01 Desember 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 65 2319503 ada-gareng-dan-petruk-di-game-punakawan-z-buatan-anak-bangsa-A8Ve48qJZc.jpg Game Punakawan Z. (Foto:Tangkapan Layar/Universitas Indonesia

JAKARTA- Universitas Indonesia (UI) mengembangkan Game Punakawan Z, sebuah game edukatif dan kreatif yang diperuntukkan bagi anak-anak generasi Z.

Game ini mengemas ulang cerita Gareng Petruk sebagai upaya mendukung pembentukan karakter anak sesuai nilai Pancasila dan budaya Indonesia, dengan menyesuaikan selera dan minat anak generasi Z atau yang lahir pada kurun waktu 1995 - 2010.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Vokasi Indonesai Dituntut Punya Lulusan Berdaya Saing Internasional

Adalah Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Multidisiplin Ilmu, yang terdiri atas dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI beserta enam mahasiswa, berinovasi mengembangkan game ini.

Tidak hanya game, tim pengmas yang diketuai oleh Dr. Ike Iswary Lawanda ini, juga membuat sebuah komik anak berjudul Punakawan Z: Gareng dan Petruk Berlaga.

Baca Juga: Masuk UGM Bukan Sekadar Kuliah, Pelajari Juga Karakter Warga Yogyakarta

Pembuatan game dan komik ini juga turut melibatkan 50 anak Sekolah Dasar Negeri Pondok Cina 1 Depok, empat anak murid SD internasional, beserta 11 guru kelas masing-masing.

Ike Iswary mengatakan, para siswa tersebut diminta untuk memberi masukan agar permainan dan komik yang dipersiapkan tim pengmas dapat menarik di mata anak-anak selaku user-nya.

“Pengembangan game melibatkan anak-anak untuk memberikan masukan sejak perencanaan cerita sampai kegiatan memainkan game selama tiga kali,” ujarnya, Selasa (1/12/2020)

Game Punakawan Z merupakan jalan pembentukan karakter yang sarat dengan pembelajaran dan penanaman karakter menggunakan sarana yang kreatif dan inovatif, tanpa instruksi yang otoritatif. " Jadi anak memilih peran dan mengetahui risiko atas pilihannya sendiri,” kata Ike.

Baca Juga: Menginspirasi, Guru SLB Ini Tetap Semangat Mengajar Meskipun Memiliki Kekurangan Fisik

Menurut Ike, anak-anak generasi Z adalah anak yang dekat dengan penggunaan gadget. Gadget sangat bersinggungan erat pada setiap aspek kehidupan sang anak.

Di sisi lain, gadget juga turut menghambat anak-anak untuk belajar berinteraksi sosial dengan keluarga maupun lingkungan sosial, yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak.

“Pada pengembangan game dan komik, anak-anak turut ambil bagian dan tampak kritis mengomentari tentang tampilan, cerita yang sesuai dengan pikiran, selera, gaya hidupnya. Saking antusiasnya, mereka bertanya kembali kapan ada lagi kegiatan serupa,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini