Parah! Alquran Dijadikan Media untuk Selundupkan Sabu ke Dalam Sel

Rus Akbar, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 340 2320024 nyabu-di-dalam-sel-tahanan-ini-selundupkan-sabu-di-alquran-uOhvkr4vJL.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

PADANG - Polisi ungkap penyelundupan narkoba jenis sabu dari tahanan Ditresnarkoba Polda Sumbar, yang dititip di tahanan Polsek Padang Utara, modus yang dipakai sabu tersebut diselipkan dalam kitab suci Alquran dan dibawa oleh pengantar tukang galon yang biasa mengantar air minum untuk tahanan.

Menurut informasi dari kepolisian kasus penyelundupan barang haram ini berawal saat polisi melakukan pemeriksaan mendadak di tahanan pada 26 November 2020 sekira pukul 22.00 WIB, saat itu ditemukan sabu paket kecil serta peralatan nyabu (bong) dari seorang tahanan berinisial YY (38).

Kemudian polisi langsung mengusut penemuan sabu berserta alat bong disel tahanan, akhirnya terungkap bahwa sabu itu masuk lewat tukang galon berinisial H, tukang galon tersebut mendapat titipan dari A seorang DPO yang menitipkan sabu lewat Alquran pada Senin, 23 November 2020, sekira pukul 09.00 WIB.

“Iya benar ada kejadian itu, pelaku ada satu orang dan sudah kami tahan, namun penahanannya ditangani oleh pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar,” kata Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir, Rabu (2/12/2020).

 Sabu

Dari hasil interogasi polisi, sabu tersebut dibeli YY dari seorang berinisial A saat ini menjadi DPO, kemudian DPO tersebut menitipkan sabu ke H pengantar air minum untuk para tahanan dengan menyelipkannya di dalam Alquran.

“Pengakuan YY, sabu-sabu itu dipakai dalam sel tahanan Polsek Padang Utara bersama dua orang lainnya RK, dan RN. Selain itu agar bisa berkomunikasi dengan temannya dari luar pelaku juga menerima sejumlah bingkisan berupa seperangkat gawai,” terang Kapolres

Adapun barang bukti yang disita polisi tersebut adalah satu paket sabu-sabu, satu kitab suci Alquran, satu unit earphone, dua unit hp, empat unit kotak rokok, dan seperangkat alat hisap sabu-sabu (bong) beserta korek api.

Kapolda Sumbar, Irjen Toni Harmanto mengatakan bagi oknum polisi jika terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya dan tidak melakukan pengecekan terhadap barang bawaan dari luar untuk para tahanan akan menerima sanksi.

“Sudah ada sanksi hukuman bagi anggota yang bertugas jaga pada saat itu, namun kami juga kembangkan kasus ini karena berbagai modus yang terus mereka lakukan agar bisa terus mengkonsumsi narkotika,” kata Toni.

Namun Toni tidak menjelaskan secara detail sanksi seperti apa yang diberikan kepada anggotanya dan tidak mau berspekulasi terlebih jauh terkait indikasi kelalaian atau keterlibatan anggotanya itu.

“Jika anggota lalai maka sanksi disiplin, tapi kalau ada keterlibatan dengan kesan pembiaran, maka akan ada sanksi tersendiri. Kami melihat di tingkatannya, karena mereka yang bertanggung jawab disana,” katanya.

Untuk mengantisipasi agar kasus serupa tak lagi terulang, pihaknya meminta kepada seluruh Kapolres dan Kapolresta di jajaran Polda Sumbar agar lebih memperketat penjagaan dengan cara memeriksa setiap barang bawaan dari luar untuk para tahanan.

“Kami perlu sedikit lebih rewel kepada anggota ini agar kejadian ini tidak kembali terulang, kami instruksikan agar penjagaan tahanan itu dilakukan lebih maksimal lagi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini