Perkuliahan 2021 Menggunakan Pola Hybrid Learning

Vitrianda Hilba Siregar, · Kamis 03 Desember 2020 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 65 2320748 perkuliahan-2021-menggunakan-pola-hybrid-learning-TIATYCo89d.jpg Perkuliahan yang akan dimulai lagi pada Januari 2021 akan menerapkan pola hybrid learning. (Foto:Okezone)

JAKARTA -  Pola perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2020/2021 akan dilakukan menggunakan cara hybrid learning.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kemendikbud, Nizam mengatakan, nantinya pola perkuliahan dilakukan secara campuran yakni kuliah dalam jaringan dan perkuliahan tatap muka atau hybrid learning dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: IPB Berhasil Temukan Vaksin Meningkatkan Kekebalan Ikan dari Isolat Lokal

Hal ini merujuk Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Sehubungan dengan keluarnya keputusan bersama empat Menteri tersebut, maka pembelajaran pada tahun akademik 2020/2021 yang akan dimulai bulan Januari 2021 di perguruan tinggi dapat diselenggarakan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kemendikbud, Nizam, pada konferensi pers yang digelar secara virtual pada Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: Kuliah di Jurusan Kriminologi Bukan Seperti Jadi Detektif

Kebijakan ini hanya mengizinkan penyelenggaraan perkuliahan tatap muka serta kegiatan akademik lainnya yang berbentuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat. “Perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus yang meliputi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, masyarakat didorong untuk beradaptasi dan melindungi diri masing-masing dalam menyelenggarakan program pembelajaran. “Meski prioritas kita tetap pada kesehatan dan keselamatan seluruh warga pendidikan, kita tetap tidak boleh menyerah terhadap pandemi. Kampus diharapkan dapat membuat SOP (standard operasional procedure) bagi mahasiswa di lingkungan kos-kosan supaya akselerasi perubahan perilaku berjalan lebih maksimal,” kata Nizam.

Baca Juga: Menteri Nadiem Lengkapi Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa Daerah

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho mengakui bahwa pembelajaran sistem daring hasilnya tidak terlalu memuaskan terutama ketika dihadapkan pada kendala jaringan internet dan laptop. “Kami siap melakukan hybrid learning,” katanya.

Sementara Ketua Forum Rektor Indonesia, Arif Satria menyampaikan apresiasinya pemerintah yang telah menyediakan fasilitas dan bantuan selama perkuliahan semester ganjil. “Khususnya kepada mahasiswa yang terdampak ekonominya akibat pandemi. Pada prinsipnya, langkah ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar terjadi kesepakatan dalam menerapkan protokol kesehatan,” ucap Arif. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini