Mengapa Kucing dan Sapi Bisa Tertular Covid-19, Babi dan Ayam Tidak?

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 05 Desember 2020 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 18 2321908 mengapa-kucing-dan-sapi-bisa-tertular-covid-19-babi-dan-ayam-tidak-aIj9ZgNdUz.jpg Ilustrasi Babi (foto: Shutterstock)

Kemudian studi terpisah yang diterbitkan pada November lalu oleh para peneliti di Universitas Dalhousie di Kanada mengamati mamalia laut dan menemukan setidaknya 15 spesies lumba-lumba, anjing laut, dan paus dapat terinfeksi.

Kedua studi ini bekerja pada situasi hipotetis berdasarkan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya tentang SARS-CoV-2 dan gen hewan yang membuat reseptor ACE2.

Peneliti dari Universitas Stanford menemukan reseptor terlihat sangat mirip di semua spesies yang dianalisis. Yang paling mirip dengan manusia adalah simpanse (kemiripan 99,5 persen) dan yang paling berbeda ada pada ikan mas (kemiripan 72 persen).

Para peneliti kemudian melakukan tes komputer untuk secara virtual menggabungkan lonjakan virus corona dengan reseptor ACE2 masing-masing hewan, dan memprediksi ikatan yang akan atau tidak akan dibuat pada saat-saat kritis.

Pada manusia ada sejumlah lokasi di mana lonjakan dan reseptor menciptakan kekuatan yang menarik, menjaga mereka tetap bersama secara fisik. Banyak di antaranya terjadi di lokasi lonjakan virus corona yang disebut domain pengikat reseptor (RBD).

Namun, beberapa mutasi pada RBD hewan mencegah hubungan ini dibuat. Dengan demikian, virus tidak dapat menempel pada reseptor ACE2 dan menyusup ke dalam sel.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini