KPK Bongkar Korupsi Benur, Ini Kata Ahli Biologi UGM

Agregasi KR Jogja, · Sabtu 05 Desember 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 510 2322259 kpk-bongkar-korupsi-benur-ini-kata-ahli-biologi-ugm-6pGhk5IQyq.jpg Tersangka Edhy Prabowo (foto: Sindo)

SLEMAN - Ahli biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Budi Setiadi Daryono mengatakan, kasus korupsi benih lobster yang merupakan komoditas biodiversitas Indonesia mengambarkan buruknya pengelolaan biodiversitas nasional. Pelaku bisnis dan pengampu kepentingan di Indonesia hanya melihat potensi ekonomi dari sumberdaya hayati bangsa.

Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) ini juga mengatakan, secara tak langsung situasi saat ini menggambarkan bahwasanya pengampu kepentingan dan pelaku bisnis tanah air selalu melihat potensi biodiversitas, sebagai sumberdaya ekonomi semata yang siap dieksploitasi. Padahal biodiveristas yanga ada merupakan sumberdaya ekologi yang perlu dikelola dan dilestarikan bersama.

Baca juga:

Menteri KKP Diyakini Tetap Diisi Gerindra Sesuai Komitmen Rekonsiliasi Pilpres

KPK Tahan Stafsus Edhy Prabowo Selama 20 Hari ke Depan

Menteri KKP Edhy Diduga Gunakan Uang Suap Rp1 Miliar di Luar Negeri 

Apabila cara pandang para pemimpin politik dan pemangku kepentingan bangsa kita hanya melihat sumber daya alam khususnya biodiversitas sebagai sumberdaya ekonomi semata maka akan merusak dan memusnahkan biodiversitas Indonesia.

“Benur merupakan bayi-bayi lobster, tapi karena kita tidak sabar dan fokus menjadi prioritas riset dalam membudidayakan benur-benur lobster, yang umumnya hanya ada di lingkungan alam untuk dipelihara menjadi lobster dewasa yang harganya ratusan ribuan kali lipat dibanding benurnya,” terang Budi, Sabtu (5/12/2020).

 

Budi menyampaikan, jika negara-negara pengimpor benur lobster adalah pusat-pusat riset lobster dengan tujuan jangka panjang dapat mengembangkan budidaya lobster. Dengan begitu mereka memperhatikan di masa depan tujuan menjadi pusat produksi Lobster.

Negara-negara tersebut juga telah berhasil membudidayakan ikan salmon sebagai industri perikanan tanpa mengganggu sumber ikan salmon di alam liarnya. Bagi Indonesia, kerugian besar tentunya terjadi di mana biodiversitas terkuras demi keuntungan segelintir orang saja.

“KOBI prihatin dengan cara pandang dan perilaku predasi para pemangku kekuasaan serta pengusaha dalam menguras biodiversitas kita. Kedepan seyogianya cara pandang terhadap biodiversitas diubah dengan menghargai, mengelola dengan bijak dan melestarikan biodiversitas termasuk lobster agar dapat dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” ungkapnya lagi.

Beberapa waktu lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI (demisioner), Edhy Prabowo ditangkap KPK dengan dugaan korupsi terkait benur. Ia kini menjalani pemeriksaan dan duduk di kursi pesakitan sebagai tersangka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini