Longsor di Areal Proyek PLTA, Operator Excavator Hilang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 05 Desember 2020 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 608 2322378 longsor-di-areal-proyek-plta-operator-excavator-hilang-Oh6YOfMNOH.jpg Longsor di PLTA Batangtoru (foto: istimewa)

MEDAN - Bencana tanah longsor melanda areal proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Jumat, 4 Desember 2020 kemarin.

Akibat insiden di pembangkit milik PT North Sumatera Hydro Energi (NSHE) itu, satu unit alat berat jenis excavator berikut operatornya terseret longsor dan terperosok ke Sungai Batangtoru. Operator atas nama Afuan Ritonga (38) pun dinyatakan hilang.

Direktur Komunikasi dann Hubungan Eksternal PT NSHE, Firman Taufick menyebutkan, saat insiden itu terjadi, Afuan Ritonga tengah melakukan pembersihan parit di titik R26 areal proyek PLTA Batangtoru yang tertutup material longsoran akibat hujan deras pada malam sebelumnya.

Baca juga:

Diterjang Tanah Longsor, Dua Rumah Warga Rusak

Material Longsor Timpa Rumah, Penghuni Sempat Tertimbun

Tanah Longsor Terjang Sukanagara Cianjur, 1 Pengendara Motor Tewas

Namun saat sedang membersihkan parit di tengah hujan deras, sekitar pukul 15:32 WIB, tiba-tiba terjadi longsoran susulan yang lebih besar. Akibatnya excavator beserta operatornya terdorong dan jatuh ke Sungai Batangtoru.

Tim dari penyelamat dari kontraktor langsung berupaya melakukan pencarian korban dengan turun ke lokasi kejadian menggunakan tali tambang, serta menggunakan UAV Drone. Karena kondisi medan yang berat (tidak ada penerangan dan arus sungai yang deras) serta hujan yang turun cukup deras dan sesuai arahan BPBD upaya pencarian dan evakuasi akan diteruskan pada hari ini.

"Sekitar pukul 16.40 kami langsung melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah yang diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sampai saat ini upaya pencarian korban tetap dilanjutkan," kata Firman dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (5/12/2020).

Saat ini, kata Firman, pencarian masih terus dilakukan. Pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tapsel, TNI, Brimob, Polres Tapsel, Pengamanan Internal PLTA serta relawan dan masyarakat.

"Ada tim yang beranggotakan lebih dari 52 orang dari beragam unsur yang melakukan pencarian. Kita mohon doanya agar korban segera ditemukan," tuturnya.

Kata dia, sambil menunggu laporan dari tim pencari, pihaknya selaku tim teknis akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait yang berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut penyebab kecelakaan tersebut. Karena kecelakaan seperti ini baru pertama kali terjadi selama proses pembangunan proyek PLTA Batangtoru.

"Tentunya kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas hasil penyelidikan itu nantinya. Kami menyampaikan rasa duka kami kepada keluarga korban dan berharap dapat bersabar menunggu hasil pencarian. Kami pihak perusahaan akan bertanggungjawab penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan atas kecelakaan ini," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini