Tim Bobby-Aulia Laporkan Video Hoaks Ke Sentra Gakkumdu

Sadam Husin, iNews · Senin 07 Desember 2020 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 608 2323422 tim-bobby-aulia-laporkan-video-hoaks-ke-sentra-gakkumdu-Xs5ZhePwqV.jpg foto: istimewa

MEDAN – Sebuah video viral di media social yang diberi keterangan pembagian uang tersebut terjadi di Kota Medan, untuk memenangkan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman.

Menanggapi hal itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan menegaskan video yang beredar di media sosial dan berisi pembagian uang untuk memenangkan paslon di Pilkada Medan 2020 adalah berita hoaks.

Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap mengatakan, kejadian tersebut bukan berada di Medan, tetapi di daerah Berau Kalimantan.

“Video itu hoaks dan bukan kejadian di Medan, tapi di Berau Kalimantan, setelah kita mendapatkan informasi terkait video pembagian uang tersebut, dan mengklarifikasi langsung ke seluruh Panwas kecamatan di Kota Medan,” kata Payung, Senin (7/12/2020).

Baca juga:

Pilkada 2020, KASN Ungkap Tren Pelanggaran Netralitas Meningkat Tajam

KPU: 100% Logistik Pilkada 2020 Sudah Sampai ke Kabupaten/Kota

Ketika disinggung apa tindakan dilakukan Bawaslu Medan terkait masalah tersebut, ia mengatakan, pihaknya hanya bisa memberi imbauan agar masyarakat jangan percaya berita hoaks terkait Pilkada Medan.

Menyikapi hal tersebut, Juru bicara Tim Bobby-Aulia, bersama tim kuasa hukum mendatangi sentra Gakkumdu Medan untuk melaporkan video hoaks tersebut.

“Kami menyayangkan tuduhan tersebut yang dialamatkan kepada paslon nomor urut dua Bobby dan Aulia,” kata Juru bicara tim Bobby-Aulia, Ikrimah Hamidi.

Ia menyebutkan, masyarakat sudah menyadari upaya fitnah dan penzholiman kepada Bobby-Aulia dan pasti dikerjakan pihak-pihak yang merasa sudah kalah, putus asa dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemenangan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk menolak penyebaran video hoaks dan fitnah tersebut, kami juga meminta kepolisian untuk menindak tegas penyebaran video hoaks dan fitnah agar masyarakat tidak dibuat resah dalam pesta demokrasi 9 Desember nanti dan kasus nantinya akan dibawa ke ranah hukum dengan melaporkan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini