Stigma Masyarakat Jadi Masalah Terberat Bagi Penyandang Disabilitas

Christy Alma, Okezone · Senin 07 Desember 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 65 2322960 stigma-masyarakat-jadi-masalah-terberat-bagi-penyandang-disabilitas-sidjSi5XCC.jpg Semua pihak harus diberi pemahaman tentang hak-hak penyandang disabilitas. (Foto:Okezone)

JAKARTA – Prejudice dari masyarakat, serta ketidakadaannya perspektif mengenai disabilitas menjadi tantangan yang paling berat dalam memberikan edukuasi kepada publik.

Hal ini terungkap dari diskusi bersama Social Development Talks (SoDeT) yang disiarkan di akun Youtube PSdK/Sosiatri Fisipol UGM. Diskusi itu digelar dalam rangka Hari Disabilitas Internasional 3 Desember 2020.

Baca Juga: Jelang 2021, Rektor UNS Dorong Ada Peningkatan Mutu Pendidikan

Pembicara dalam acara tersebut adalah Wuri Handayani, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM serta di moderatori oleh Andreas Bima Kurniawan, Mahasiswa S2 PSdK.

Wuri mengatakan tantangan yang paling berat adalah menyangkut stigma. “Itu yang paling berat sekali yang kami hadapi, tidak hanya mendorong inklusi sosial tetapi juga ketika kita melakukan advokasi ini yang terjadi bahwa mereka sudah punya stigma disabilitas tidak bisa ini itu.” ujar Wuri dikutip pada Senin (7/12/20).

Baca Juga: Dua Profesor Tumbang, Doktor Muryanto Amin Terpilih Jadi Rektor USU Periode 2021-2026

Wuri juga menekankan adanya prinsip-prinsip yang harus dipahami apabila ingin melakukan penelitian disabilitas.

“Ada yang disebut dengan empowerment approach, bagaimana penelitian ini tidak hanya menjadikan mereka sebagai objek, tetapi bagaimana penelitian ini bisa membuka awareness mereka terhadap apa yang kita sampaikan,” ucapnya.

Wuri menjelaskan setidaknya teman-teman disabilitas bisa mengikutsertakan diri dan mendapatkan akses dari penelitian, serta ada impact yang bisa didapatkan dari hasil penelitian tersebut. Jadi tidak hanya semata-mata menjadikan teman-teman disabilitas sebagai objek. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini