Universitas Jenderal Soedirman Kukuhkan 4 Guru Besar Baru

Masirom, iNews · Selasa 08 Desember 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 65 2324043 universitas-jenderal-soedirman-kukuhan-4-guru-besar-baru-Hk7GG3GGV0.jpg Pengukuhan 4 guru besar Unsoed dilakukan secara daring, Selasa (8/12/2020). Foto: Unsoed

PURWOKERTO – Sebanyak empat guru besar baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) dikukuhkan pada Selasa (8/12/2020).

Keempat guru besar tersebut, yakni Prof Dr Sorta Basar Ida Simanjuntak M.Si, Prof Dr Ir Elly Tugiyanti MP, Prof Dr Eng Suroso ST M.Eng, dan Prof Dr Agus Nuryanto S.Si, M.Si. Pengukuhan berlangsung di Gedung Graha Widyatama Unsoed, dengan menerapkan protokol kesehatan dan undangan terbatas demi mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Jelang 2021, Rektor UNS Dorong Ada Peningkatan Mutu Pendidikan

Selebihnya undangan dapat mengikuti secara virtual melalui zoom. Acara juga disiarkan secara live streaming melalui YouTube @unsoedofficial.

Prof Sorta Basar Ida Simanjuntak dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fisologi Hewan. Dia merupakan guru besar ke-15 Fakultas Biologi.

Sementara Prof Elly Tugiyanti Guru Besar Bidang Ilmu Ternak Unggas/Manajemen Ternak Unggas dan merupakan guru besar ke-20 Fakultas Peternakan.

Baca Juga: IPB Berhasil Temukan Vaksin Meningkatkan Kekebalan Ikan dari Isolat Lokal

Prof Suroso yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Konversi Energi Listrik, merupakan guru besar ke-2 Fakultas Teknik. Keempat, Prof Agus Nuryanto, Guru Besar di Bidang Ilmu Taksonomi Hewan, yang merupakan guru besar ke-16 Fakultas Biologi.

Rektor Unsoed Prof Dr Ir Suwarto MS menyampaikan selamat atas pencapaian keempat profesor baru tersebut. "Semoga beliau-beliau dapat mengemban amanah jabatan akademik tertinggi dengan sebaik-baiknya serta memberi maslahat dan berkat bagi kita semua," ujar Suwarto di Purwokerto, Selasa (8/12/2020).

Dia mengatakan, perguruan tinggi diharapkan sebagai ladang tempat persemaian ilmu pengetahuan dan teknologi. Kampus digadang-gadang sebagai kawah chandradimuka lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan, permasalahan dan harapan masyarakat luas.

Dalam konteks tersebut, kampus harus selalu dekat dengan dinamika masyarakat.Prof Suwarto mengatakan, kuasa pengetahuan akan sains dan teknologi, tidaklah bermakna apa pun, melainkan ketika dilandasi oleh nilai-nilai sosial dan humaniora.

"Dengan kata lain, kajian dan pengembangan yang dilakukan oleh akademisi, haruslah dan selalu dalam kerangka sebesar-besar kesejahteraan dan kualitas kehidupan," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini