26 Ribu VitPAD Produk Unpad Dikirim ke Seluruh RSP di Indonesia

Vitrianda Hilba Siregar, · Selasa 08 Desember 2020 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 65 2324074 26-ribu-vitpad-produk-unpad-dikirim-ke-seluruh-rsp-di-indonesia-cwuc9rRnw3.jpg Viral Transport Medium karya Universitas Padjajaran didistribusikan ke seluruh Rumah Sakit Pendidikan (RSP) seluruh Indonesia. (Foto:Unpad)

BANDUNG- Sebanyak 26 ribu Viral Transport Medium buatan Universitas Padjadjaran (VitPAD) telah didistribusikan ke seluruh Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Indonesia.

VitPAD ini adalah media penyimpanan sampel pemeriksaaan swab Covid-19. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan hibah untuk mendanai pembelian VitPAD dan mendistribusikannya ke seluruh RSP di bawah naungan Kemendikbud.

Baca Juga: Jelang 2021, Rektor UNS Dorong Ada Peningkatan Mutu Pendidikan

“VitPAD ini dibeli sebagai hibah Kemendikbud untuk seluruh RSP di Indonesia. Sebelumnya beberapa rumah sakit dan BNPB juga telah menggunakan VitPAD. Namun yang sekarang ini secara resmi pemerintah membeli dan mengirimkannya ke seluruh Indonesia,” peneliti Universita Padjajaran dari Fakultas Kedokteran dr Lia Faridah, M.Si saat ditemui ketika mempersiapkan pengiriman VitPAD di Bandung, Selasa (8/12/2020).

VitPAD dikembangkan oleh peneliti Unpad untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi pada proses pemeriksaan swab Covid-19.

Baca Juga: IPB Berhasil Temukan Vaksin Meningkatkan Kekebalan Ikan dari Isolat Lokal

Inovasi ini dikembangkan oleh para peneliti Unpad dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, antara lain Dr. Hesti Lina Wiraswati, Dr. Shabarni Ghaffar, Dr.rer.nat. Shavira Ekawardhani, dr Lia Faridah, M.Si., dan dr Nisa Fauziah, M.Kes.

Selama ini, Indonesia masih mengandalkan produk Viral Transport Medium (VTM) impor untuk menyimpan spesimen sampel swab Covid-19. VTM tersebut pada umumnya membutuhkan sistem transportasi dengan pengamanan berlapis dan harus disimpan pada kotak pendingin (coolbox) agar suhunya terjaga.

“VitPAD ini easy handling, friendly user dan tidak perlu coolbox. Itu sebabnya banyak disukai oleh konsumen. Kita tahu sendiri kondisi geografi Indonesia sangat beragam. Jadi proses yang sangat memudahkan konsumen untuk transport dari lokasi ke laboratorium itu sangat dibutuhkan. Bayangkan jika harus membawa coolbox yang cukup besar, es habis di jalan dan tidak ada dry ice, itu cukup merepotkan,” ujar Lia Faridah.

Pengiriman VitPAD ini merupakan bagian dari distribusi uji pasar dibawah hibah Kemendikbud untuk melihat bagaimana efektivitas dari VitPAD, dan juga merupakan tahap akhir dari proses memperoleh izin edar.

VitPAD saat ini telah memperoleh Tingkat Kesiapanterapan Teknologi (TKT) tingkatan delapan dan sembilan. Setelah melewati proses skala laboratorium, validasi, produksi skala industri, dan  distribusi kalangan terbatas, kini VitPAD ada di tahap produksi skala industri dengan skala lebih luas dan lebih besar.

TKT adalah tingkat kondisi kematangan atau kesiapterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi yang diukur secara sistematis agar dapat diadopsi oleh pengguna, baik oleh pemerintah, industri atau masyarakat.

"TKT disusun dalam 9 tingkatan yang masing-masing tingkatan memiliki indikator capaian TKT," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini