Beredar Pesan Berantai Kasus Covid-19 di UGM Membeludak, Satgas: Hoaks!

Agregasi Harian Jogja, · Jum'at 11 Desember 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 510 2325611 beredar-pesan-berantai-kasus-covid-19-di-ugm-membeludak-satgas-hoaks-JcvEcRjdwQ.jpg Universitas Gadjah Mada (Foto: Humas UGM)

YOGYA - Pesan berantai menyangkut situasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mencatut Satgas Covid-19 Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebar luas melalui aplikasi obrolan Whatsapp. Pesan tersebut berisi situasi genting di UGM terkait Covid-19.

Disebutkan dalam pesan tersebut, penulis pesan merupakan tim Satgas Covid-19 UGM mengingatkan kepada warga yang berencana pergi ke Yogya untuk menunda dulu keberangkatannya. Bahkan. dalam pesan tersebut dikatakan jika Satgas Covid-19 UGM kewalahan mengatur tempat isolasi mandiri bagi sivitas UGM.

Pesan juga menyebutkan jika saat ini telah dibuka satu asrama mahasiwa yang terdiri dari tiga lantai untuk keperluan isolasi mandiri bagi pasien tanpa gejala. Bahkan, dikatakan jika saat ini kondisi asrama telah penuh sampai-sampai akan disiapkan apartemen UGM sebagai cadangan.

Baca Juga: Sempat Lockdown, Gedung B Pemkab Bandung Barat Kembali Dibuka

Guna mengetahui kebenaran informasi yang santer beredar di media sosial, konfirmasi langsung dilakukan kepada Satgas Covid-19 UGM. Ketua Satgas Covid-19 UGM, Rustamadji secara tegas membantah pesan tersebut dibuat oleh pihaknya. Dia bahkan menegaskan jika informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak benar.

"(Informasi,red) bukan dari kami satgas," tegasnya.

Konfirmasi pun juga dilakukan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi menyebut materi pesan berantai tidak jelas sumbernya. Pihaknya meminta kroscek dilakukan ke pihak UGM atau pengelola asrama terkait kondisi yang dituliskan dalam pesan berantai.

Heroe menjelaskan tidak ada larangan orang datang ke Yogya. Selain itu, dirinya menambahkan jika kondisi kamar bagi pasien Covid-19 pun saat ini masih tersedia, begitu pula selter untuk pasien OTG pun masih tersedia bed.

"Yang jelas, tidak ada larangan orang datang ke Yogya, silakan datang ke Yogya. Untuk Kota Yogya kamar di rumah sakit masih tersedia. Begitu juga untuk selter kasus Covid-19 tanpa gejala juga masih tersedia. Jadi kalau informasi tanpa jelas pengirimnya dan informasinya berbeda dengan kebijakan berarti hoax," tegasnya.

Baca Juga: Bupati Lumajang Thoriqul Haq Umumkan Positif Terpapar Covid-19

Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan kepada Satgas Covid-19 UGM bahwa informasi yang menyebutkan ada asrama UGM yang telah penuh untuk isolasi mandiri bahkan sampai menggunakan apartemen cadangan tidak benar adanya. Satgas Covid-19 UGM membantah adanya informasi tersebut. Sehingga dapat disimpulkan informasi yang beredar melalui pesan berantai adalah hoaks.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini